Jayapura,realitapapua.com – SPPG Polda Papua menggelar pilot project Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan metode prasmanan di SD Inpres Dok 8 Jayapura. Pada Rabu ( 01/10/2026 ) Langkah ini dilakukan sebagai upaya inovatif untuk meningkatkan kualitas higienis serta nilai edukasi gizi bagi para siswa.
Inovasi ini menggeser pola lama yang sebelumnya menggunakan wadah ompreng (tempat makan bersekat). Melalui sistem prasmanan, makanan yang disajikan dipastikan dalam kondisi segar (food fresh) dan siap saji.
Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jannus P. Siregar, menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan untuk menjamin tingkat kebersihan dan kualitas gizi makanan yang dikonsumsi oleh para pelajar.
“Kami mencoba pola prasmanan ini agar makanan disajikan tetap higienis dan hangat. Target kita, paling lama dua jam setelah dimasak, makanan sudah disantap anak-anak dalam kondisi suhu di atas 60 derajat celsius,” ujar Jannus saat ditemui di lokasi kegiatan.
Pada tahap awal, uji coba diterapkan kepada siswa kelas 5 dan kelas 6 SD Inpres Dok 8 Jayapura. Uniknya, pelayanan prasmanan dilakukan langsung oleh para siswa yang ditunjuk sebagai relawan.
Sistem ini dirancang untuk melatih interaksi dan rasa kepedulian antar-siswa. Relawan cilik tersebut dilatih untuk mengambilkan porsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan rekan-rekannya.
“Dengan keterlibatan anak-anak sebagai relawan, timbul komunikasi antar-teman. Mereka bisa mengukur porsi yang pas, apakah butuh banyak atau sedikit, sehingga makanan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tidak terbuang,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, kegiatan ini juga diselingi edukasi kesehatan. Sebelum menyantap hidangan, tenaga pengajar terlebih dahulu menjelaskan rincian menu, jumlah kalori, serta kandungan gizi yang terdapat pada makanan tersebut.
“Anak-anak secara pengetahuan dan edukasi jadi paham bahwa makanan yang mereka santap memiliki kandungan gizi yang cukup dan seimbang,” tambah Jannus.
Uji coba skema MBG prasmanan ini nantinya akan dievaluasi secara berkala untuk menilai tingkat efektivitasnya dibandingkan dengan skema ompreng. Selain di Papua, program serupa khusus Yayasan Kemala Bhayangkari juga dijalankan di sejumlah wilayah di Sumatra dan Jawa.
Hasil evaluasi dan analisa dari lapangan selanjutnya akan dilaporkan ke pengurus pusat sebagai bahan acuan penerapan prapraktik program Makan Bergizi Gratis secara nasional. ( Redaksi)












