BMKG Ungkap Pemicu Kabut Asap di Jayapura dan Penyebab Penerbangan ke Wamena Tertunda

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyampaikan update terbaru terkait fenomena kabut asap yang melanda wilayah Kota/Kabupaten Jayapura serta beberapa kawasan di Papua sejak 9 hingga 12 Oktober 2026.

Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Naufal Rieki, menjelaskan bahwa terbentuknya kabut asap di Jayapura dipicu oleh dua faktor utama: kiriman asap lintas batas (transboundary haze) serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lokal. Kombinasi Karhutla Lokal dan Kiriman dari Papua Nugini

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG periode 9–11 Oktober 2026, terdeteksi titik panas (hotspot) di Distrik Gresi Selatan, Kabupaten Jayapura.

Selain itu, citra satelit Himawari-9 pada 11 Oktober 2026 merekam adanya karhutla di lereng bukit wilayah Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.

“Selain karhutla lokal, citra satelit memantau adanya massa partikulat hasil pembakaran bahan organik dari wilayah utara Papua Nugini. Asap tersebut terbawa angin yang bertiup ke arah barat hingga barat laut menuju wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura,” ujar Naufal Rieki.

Baca Juga :  Polda Papua dan BNNP Papua Bersinergi Cegah Peredaran Narkoba, Lindungi Generasi Muda

Kombinasi kedua peristiwa tersebut menyebabkan akumulasi lapisan partikulat tipis di dekat permukaan tanah, sehingga membuat kondisi udara tampak kabur di sekitar Jayapura.

Kualitas Udara Jayapura Kategori “Sedang”
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) periode 10–12 Oktober 2026, kualitas udara di Kota dan Kabupaten Jayapura berada pada kategori SEDANG, khususnya pada partikel PM2.5 dengan kisaran nilai 66 hingga 73.

Meskipun secara umum mutu udara masih dapat diterima oleh kesehatan manusia, BMKG tetap mengimbau warga untuk berhati-hati dan melakukan langkah pencegahan Mengurangi paparan asap dengan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.Menghindari pembakaran sampah atau lahan di ruang terbuka.
Menutup pintu dan jendela rumah saat kabut asap menebal serta Memantau informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan kualitas udara dari BMKG.

Baca Juga :  Perkuat Kemanunggalan, Prajurit Tuah Sakti Gelar Anjangsana dan Berbagi di Pedalaman Papua

Berbeda dengan wilayah Jayapura, dampak kabut asap di wilayah Wamena terpantau jauh lebih signifikan. Sebaran asap di Wamena terdeteksi berasal dari aktivitas karhutla di wilayah Merauke, Papua Selatan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada jarak pandang (visibility) di landasan pacu (runway) Bandara Wamena yang merosot hingga kurang dari 5 kilometer.

“Kondisi visibility yang terbatas ini berisiko terhadap keselamatan penerbangan, sehingga mendasari penundaan sejumlah jadwal penerbangan dari Jayapura menuju Wamena,” pungkas Naufal.( Redaksi)

Berita Terkait

TSUBASA, Satgas Yonif 136/TS Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Belajar bagi Siswa SD Pagaleme
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Karyawan PT Freeport di Mimika, Tiga Orang Turut Diamankan
Resmi Jadi Bintara TNI AD, 98 Prajurit Dibekali Pesan Tegas Pangdam Cenderawasih
Ini 7 Pelanggaran Utama yang Disasar dalam Operasi Patuh Cartenz 2026 di Papua
Polsek Abepura Gerebek Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa, Pelaku Kocar-kacir Kabur
Kota Sorong Pacu Pembangunan KNMP Tanjung Kasuari, Dorong Produktivitas Nelayan
Warga Kampung Tinggi Nambut Sambut Antusias Layanan Kesehatan dari Satgas Yonif 136/Tuah Sakti
KNMP Suprau, Harapan Baru Ekonomi Nelayan Sorong
Berita ini 209 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:25 WIB

TSUBASA, Satgas Yonif 136/TS Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Belajar bagi Siswa SD Pagaleme

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Karyawan PT Freeport di Mimika, Tiga Orang Turut Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Resmi Jadi Bintara TNI AD, 98 Prajurit Dibekali Pesan Tegas Pangdam Cenderawasih

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Ini 7 Pelanggaran Utama yang Disasar dalam Operasi Patuh Cartenz 2026 di Papua

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Polsek Abepura Gerebek Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa, Pelaku Kocar-kacir Kabur

Berita Terbaru