Fenomena Udara Kabur Mulai Terjawab, BMKG Sebut Jayapura Diselimuti Asap Kiriman Karhutla PNG dan Lokal

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com — Warga di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, hingga Kabupaten Keerom sempat diresahkan oleh munculnya fenomena udara kabur yang merata dan disertai samar-samar bau khas terbakar sejak Kamis (8/10/2026). Menjawab keresahan publik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyampaikan pemutakhiran analisis komprehensif terkait kondisi udara permukaan tersebut.

BMKG mengonfirmasi bahwa fenomena yang terjadi bukanlah kabut basah biasa, melainkan kabut asap tipis (smoke) yang dipicu oleh aktivitas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari beberapa wilayah di Papua serta lintas batas dari utara Papua Nugini (PNG).

Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Ninien, menjelaskan bahwa pengamatan citra satelit Himawari-9 dan data pengamatan permukaan menunjukkan kenampakan udara kabur secara jelas.

“Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari, terdapat sebaran asap di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom. Hal ini dipengaruhi oleh kebakaran yang terjadi di Papua New Guinea bagian utara, didukung arah angin yang berhembus dari arah timur hingga tenggara menuju barat, hingga barat laut ” ujar Ninien.

Baca Juga :  Pangdam Cenderawasih Pimpin Sertijab Lima Jabatan Strategis, Tekankan Adaptasi dan Kinerja

Ia juga menambahkan bahwa karhutla di Merauke turut diperhatikan, namun dampaknya relatif kecil ke utara Papua karena pola pergerakan angin dominan mengarah ke barat.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jayapura pada periode 10–12 Oktober 2026 berada dalam kategori Sedang, khususnya untuk parameter partisipatif PM 2.5 dengan kisaran angka 66–73.

Meskipun potensi partikel basah (fog/mist) sempat terbentuk pada dini hari menjelang pagi saat kelembaban udara (RH) cukup tinggi, kondisi tersebut cepat meluruh seiring terbitnya matahari.

Memasuki pagi hingga sore hari, kelembaban udara relatif berada di bawah 90%, yang mempertegas bahwa udara kabur yang membentang dominan disebabkan oleh partikulat kering (smoke/haze).

Dari penelusuran data hotspot (titik panas) dan simulasi pergerakan massa udara CAMS/ECMWF yang diolah BMKG:
Papua Nugini (Utara): Menjadi penyumbang utama asap yang terbawa hembusan angin dari tenggara ke barat laut menuju Jayapura.

Baca Juga :  Jemput Bola Layanan Kesehatan, Satgas Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Gratis Door to Door di Puncak Jaya

Wilayah Papua Lainnya: Terpantau adanya kontribusi signifikan dari karhutla di wilayah Fakfak serta titik lokal skala kecil seperti di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura.

Berdasarkan pengamatan Radiosonde pada 10 Oktober 2026, terdeteksi adanya lapisan inversi subsidensi pada ketinggian sekitar 6,0 km hingga 6,6 km. Lapisan udara hangat ini menahan pergerakan udara ke atas, sehingga kabut asap dan polutan terperangkap di dekat permukaan tanah.

Melihat kondisi kualitas udara yang berada pada tingkat sedang serta paparan partikel asap tipis yang masih berlangsung, BMKG Wilayah V Jayapura mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi kesehatan yakni Mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib mengenakan masker saat harus beraktivitas di ruang terbuka.

Hindari melakukan pembakaran sampah atau lahan di ruang terbuka untuk tidak memperburuk kualitas udara. Menutup pintu dan jendela saat kondisi udara terdeteksi cukup berasap Segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas, terutama bagi kelompok rentan. ( Redaksi)

Berita Terkait

Patroli Simpatik Satgas Yonif Raider 136/TS, Hadirkan Rasa Aman dan Pelayanan Kesehatan bagi Warga Irimuli
Dedikasi dan Sportivitas Berbuah Prestasi, Personel Polresta Raih Kemenangan Di Taekwondo Papua Open 2026
Terduga Pelaku Diamankan, Polisi Dalami Motif Pembakaran Rumah di Argapura
Polsek Abepura Tertibkan Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa
Kecelakaan di Depan Saga Mall Abepura, Pemotor Tewas Terlindas Truk Tangki
Tim Resmob Numbay Ungkap Kasus Pencurian di Dok IX, Lima Terduga Pelaku Diamankan
Diduga Akibat Korsleting Genset, Puluhan Rumah di Mappi Ludes Terbakar
TSUBASA, Satgas Yonif 136/TS Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Belajar bagi Siswa SD Pagaleme
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Patroli Simpatik Satgas Yonif Raider 136/TS, Hadirkan Rasa Aman dan Pelayanan Kesehatan bagi Warga Irimuli

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Dedikasi dan Sportivitas Berbuah Prestasi, Personel Polresta Raih Kemenangan Di Taekwondo Papua Open 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Terduga Pelaku Diamankan, Polisi Dalami Motif Pembakaran Rumah di Argapura

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Polsek Abepura Tertibkan Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Kecelakaan di Depan Saga Mall Abepura, Pemotor Tewas Terlindas Truk Tangki

Berita Terbaru