Jayapura,realitapapua.com — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja lintas negara asal Papua Nugini (PNG) ke wilayah Indonesia melalui jalur laut. Dari tiga penindakan terpisah, total barang bukti ganja yang disita mencapai 21,085 kilogram.
Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla, menyampaikan bahwa penindakan maritim ini merupakan komitmen tegas TNI AL dalam menjaga wilayah perbatasan perairan RI-PNG dari maraknya aksi kejahatan narkotika.
“Berdasarkan rangkaian pengungkapan, total barang bukti ganja yang berhasil diamankan dari wilayah kerja Kodaeral X mencapai 21,085 kilogram,” ujar Mayjen TNI (Mar) Sugianto dalam konferensi pers di Jayapura, Jumat (16/10/2026).
Rincian Tiga Lokasi Pengungkapan
Pengungkapan penyelundupan ganja senilai lebih dari Rp1 miliar ini dilakukan secara bertahap di tiga titik perairan strategis wilayah Jayapura di antaranya perairan Skouw Sae pada (18 Agustus 2026): Petugas berhasil mengamankan barang bukti ganja seberat 14 kg.
Sementara itu di Pelabuhan Umum Jayapura pada 5 September 2026 Petugas menyita ganja seberat 2,085 kg.dan Perairan di Pantai Base G, Jayapura pada 15 Oktober 2026 Petugas menggagalkan penyelundupan ganja seberat 5 kg.
Secara nilai ekonomi, dengan asumsi harga pasar sebesar Rp50.000.000 per kilogram, total nilai barang bukti ganja yang disita tersebut mencapai Rp1.054.250.000 (Satu Miliar Lima Puluh Empat Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).
Penyitaan puluhan kilogram barang haram ini tidak hanya menyelamatkan ribuan jiwa dari dampak bahaya narkoba, tetapi juga menghindarkan negara dari potensi beban anggaran yang sangat besar.
Berdasarkan data dan kalkulasi bersama pihak Bea Cukai serta BNN, penggagalan masuknya 21,085 kg ganja ini berpotensi menghemat anggaran rehabilitasi negara hingga milliaran rupiah.
“Bila barang haram ini sampai beredar dan dikonsumsi masyarakat, negara berpotensi mengeluarkan anggaran rehabilitasi medis maupun sosial hingga kurang lebih Rp5 miliar. Oleh karena itu, pencegahan di pintu masuk laut ini sangat krusial,” tegas Dan-Kodaeral X.
Guna memperketat pengawasan perbatasan laut, Kodaeral X menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dan peran aktif warga. Kodaeral X terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan Polri, BNN, Bea Cukai, instansi pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat.
Di akhir keterangannya, Mayjen TNI (Mar) Sugianto mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Jayapura, untuk menerapkan gerakan 3B yakni Berani Menolak tegas segala bentuk penawaran maupun keterlibatan dengan narkoba.
Peka dan peduli terhadap potensi ancaman bahaya narkotika di lingkungan sekitar, serta Berani Melaporkan Tidak ragu melaporkan segala aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika.
“Saya mengimbau masyarakat Jayapura yang kita cintai ini untuk tidak ragu melapor jika mendapat informasi sekecil apa pun terkait peredaran narkoba. Baik ke TNI AL, Kepolisian, Bea Cukai, maupun Pemerintah Daerah. Kita semua punya tugas dan kewajiban moral yang sama untuk membasmi peredaran narkotika dari tanah Papua,” pungkasnya. ( Redaksi)












