Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Berujung Ricuh, Dua Polisi Terluka

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 18:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com — Aksi pengibaran bendera Bintang Kejora dan pengumpulan massa di kawasan kampus di Jayapura berujung kericuhan pada Rabu ( 30/09/26) Petugas kepolisian yang berupaya melakukan penertiban dan penurunan bendera mendapat perlawanan dari massa berupa lemparan batu hingga pengrusakan dan Penutupan akses jalan Raya Abepura – Sentani .

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen, menjelaskan bahwa pergerakan massa terpantau di beberapa titik, mulai dari wilayah Lingkaran Abepura, kampwolker perumnas hingga kawasan kampus Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura ( USTJ) Abepura.

“Awalnya kami melakukan upaya negosiasi agar bendera segera diturunkan. Namun, saat proses penurunan bendera dilakukan, aparat di lokasi mendapat pelemparan batu dari massa yang keluar dari berbagai sudut bangunan kampus,” ujar Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen.

Guna mengendalikan situasi dan membubarkan massa yang mulai brutal, petugas merespons dengan melepaskan tembakan gas air mata serta menggunakan unit water cannon. Pihak kepolisian menduga aksi pelemparan tersebut telah dipersiapkan sebelumnya oleh kelompok massa.

Dampak dari kericuhan tersebut, dua orang massa berhasil diamankan petugas, termasuk salah satu oknum yang diketahui memanjat tiang bendera. Sementara itu, di pihak kepolisian, setidaknya dua personel teridentifikasi mengalami luka akibat terkena lemparan batu.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Satgas Pangan Polda Papua Distribusikan 137 Ton Beras SPHP Jaga Stabilitas Harga

“Sementara baru dua orang yang kami amankan, dan dari anggota kami ada dua personel yang terdeteksi terluka akibat pelemparan. Jumlah ini masih akan kami cek kembali setelah penyisiran penuh,” tambahnya.

Mengenai identitas dan motif para pelaku, pihak kepolisian masih berkoordinasi intensif dengan pihak rektorat kampus untuk mengidentifikasi apakah massa yang terlibat murni mahasiswa atau terdapat keterlibatan pihak luar. Langkah ini dilakukan atas permintaan pihak rektorat guna menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan kondusif.

Polresta Jayapura Kota kini tengah mengumpulkan alat bukti di lokasi kejadian untuk mengusut tuntas aksi pelemparan serta insiden penutupan akses jalan Raya Jayapura – Abepura dengan pembakaran Kepolisian menegaskan bahwa jumlah tersangka berpotensi bertambah seiring berjalannya proses pemeriksaan dan pengembangan penyidikan.

Sementara itu Kodim 1701/Jayapura menyiagakan dua Kompi Tingkat Komando (SSK) untuk membantu pihak kepolisian saat dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Kota Jayapura

Baca Juga :  Pangdam XVII/Cenderawasih Pimpin Upacara Hari Juang Infanteri ke-77: Perkuat Sinergi dengan Rakyat

Dandim 1701/Jayapura, Letkol Inf Tommy Yudistyo, menjelaskan bahwa kekuatan personel gabungan tersebut ditempatkan di markas Kodim serta markas Batalyon Zeni Tempur (Denzipur).

“Dari Kodim ada satu SSK, kemudian di Denzipur ada satu SSK. Jadi kurang lebih ada dua SSK yang sudah kami siagakan,” kata Tommy

Meski demikian, Tommy menegaskan bahwa hingga saat ini status personel masih bersifat standby dan menunggu koordinasi resmi dari pihak kepolisian. Pasukan tersebut siap diturunkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan.

Terkait isu keamanan serta isu sensitif yang menyangkut simbol negara, Tommy menegaskan bahwa pengamanan wilayah bukan semata tugas satu instansi saja, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga kedaulatan dan kondusivitas daerah.

“Ini kan semuanya sama-sama untuk mengamankan wilayah. Tidak harus TNI atau Polri saja, tetapi semua pihak bertanggung jawab agar situasi di Kota Jayapura tetap aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus utama dari penyiagaan pasukan ini adalah untuk memastikan seluruh fasilitas publik dan aktivitas roda perekonomian masyarakat di Kota Jayapura tetap berjalan normal tanpa gangguan. ( Redaksi)

Berita Terkait

TSUBASA, Satgas Yonif 136/TS Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Belajar bagi Siswa SD Pagaleme
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Karyawan PT Freeport di Mimika, Tiga Orang Turut Diamankan
Resmi Jadi Bintara TNI AD, 98 Prajurit Dibekali Pesan Tegas Pangdam Cenderawasih
Ini 7 Pelanggaran Utama yang Disasar dalam Operasi Patuh Cartenz 2026 di Papua
Polsek Abepura Gerebek Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa, Pelaku Kocar-kacir Kabur
Kota Sorong Pacu Pembangunan KNMP Tanjung Kasuari, Dorong Produktivitas Nelayan
Warga Kampung Tinggi Nambut Sambut Antusias Layanan Kesehatan dari Satgas Yonif 136/Tuah Sakti
KNMP Suprau, Harapan Baru Ekonomi Nelayan Sorong
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:25 WIB

TSUBASA, Satgas Yonif 136/TS Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Belajar bagi Siswa SD Pagaleme

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Karyawan PT Freeport di Mimika, Tiga Orang Turut Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Resmi Jadi Bintara TNI AD, 98 Prajurit Dibekali Pesan Tegas Pangdam Cenderawasih

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Ini 7 Pelanggaran Utama yang Disasar dalam Operasi Patuh Cartenz 2026 di Papua

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Polsek Abepura Gerebek Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa, Pelaku Kocar-kacir Kabur

Berita Terbaru