Wamena, realitapapua.com – Tim gabungan TNI-Polri bergerak cepat menindaklanjuti aksi penyerangan dan pembunuhan terhadap seorang sopir angkutan lajuran di kawasan Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Korban berinisial AS (41), yang membawa sembilan penumpang dan bahan kebutuhan pokok rute Wamena–Mbua, diduga dihadang oleh kelompok bersenjata pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIT.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari masyarakat yang merupakan penumpang angkutan tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga malam hari.
“Pada malam hari kami lakukan penyisiran. Namun karena kabut tebal, kami belum menemukan posisi kendaraan. Yang ditemukan hanya sisa-sisa barang milik para penumpang yang tertinggal,” ujar Yusuf, Rabu (16/9/2026).
Penyisiran dilanjutkan oleh Satgas Koops TNI Habema pada Rabu pagi. Tim menemukan kendaraan korban berada di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter dari bahu jalan dalam kondisi hangus terbakar. Di dalam kendaraan tersebut, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi luka bakar parah.
Usai penemuan tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya, Batalyon B Satbrimobda Papua, dan Satgas Koops TNI Habema langsung mengamankan perimeter serta menggelar Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan olah TKP.
“Saat olah TKP, kami menemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas berisi identitas korban. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk visum luar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Yusuf.
Polisi kini tengah mendalami dugaan keterlibatan kelompok bersenjata, termasuk menelusuri keberadaan kelompok Kodap III Ndugama di sekitar lokasi kejadian.
Di sisi lain, Kombes Pol Yusuf Sutejo membantah keras narasi yang beredar di media sosial mengenai status korban. Ia menegaskan bahwa tuduhan korban merupakan anggota intelijen aparat keamanan adalah berita bohong.
“Informasi yang menyebut sopir ini merupakan anggota intel adalah hoaks. Korban murni warga sipil yang telah bekerja sebagai sopir di jalur tersebut selama kurang lebih 13 tahun,” tegasnya.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, profesional, dan terukur.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami akan memastikan seluruh fakta dikumpulkan dan setiap pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Faizal.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi. Ia juga mengingatkan warga yang membutuhkan pengawalan keamanan di jalur rawan untuk tidak ragu mengajukan permintaan kepada petugas terdekat.
Hingga saat ini, tim gabungan TNI-Polri masih terus melanjutkan penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku di lapangan. ( Redaksi)












