Tak Sekadar Bangun Fisik, KNMP Tanjung Kasuari Sorong Disiapkan Jadi Pusat Ekosistem Nelayan

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 15:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sorong,realitapapua.com – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan es menjadi bagian penting dari kebutuhan operasional nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu konteks pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Sorong, termasuk di Kelurahan Tanjung Kasuari, Papua Barat Daya.

Bagi nelayan, persoalan operasional tidak berhenti pada keberadaan ikan di laut.

Kesiapan perahu, bahan bakar, kondisi cuaca, hingga penanganan ikan setelah ditangkap ikut menentukan keberlanjutan kegiatan perikanan. Ketersediaan es, misalnya, dibutuhkan untuk membantu mempertahankan mutu hasil tangkapan sebelum dipasarkan.

Pengalaman nelayan di kawasan Sorong menunjukkan bahwa akses BBM juga berkaitan langsung dengan kesempatan untuk melaut.

Ketika bahan bakar sulit diperoleh, nelayan dapat menghadapi kendala untuk menentukan waktu keberangkatan karena ketersediaannya belum tentu sama pada hari berikutnya. Kondisi ini membuat akses terhadap BBM menjadi salah satu kebutuhan praktis yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kawasan nelayan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya telah menggandeng Baharkam Polri dan PT Pertamina Patra Niaga untuk memperkuat keamanan sekaligus kemudahan akses BBM di titik-titik KNMP.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menegaskan bahwa program tersebut tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik.

“Jadi program KNMP ini tidak hanya membangun fisik dan pemberdayaan nelayan semata, namun juga memastikan keamanan dan ketertiban kawasan serta kemudahan akses bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan,” ujar Lotharia dalam siaran resmi KKP, 3 Juli 2026.

Dalam kerja sama tersebut, KKP berperan menyediakan data kebutuhan BBM nelayan, mengusulkan lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Sementara Pertamina Patra Niaga bertugas memastikan kesiapan mitra penyalur, memverifikasi kelayakan lokasi dan calon mitra, serta menjamin pasokan BBM sesuai ketentuan dan kuota yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Direktur LP3BH Yan Christian Warinussy, Hukum Membenarkan Penangkapan HAN

Kebutuhan nelayan juga mencakup sarana produksi. Perahu dan mesin tempel menjadi bagian dari perlengkapan yang menentukan kemampuan nelayan menjalankan kegiatan penangkapan ikan. Karena itu, penguatan KNMP tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan infrastruktur kawasan, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas yang tersedia dapat menjawab kebutuhan produksi masyarakat pesisir.

Di sisi lain, es memiliki fungsi penting dalam penanganan hasil tangkapan. Ikan yang telah diperoleh nelayan perlu segera ditangani agar kualitasnya tetap terjaga hingga sampai ke konsumen.

Dengan demikian, fasilitas rantai dingin seperti pabrik es dan cold storage memiliki kaitan dengan upaya mempertahankan nilai ekonomi hasil perikanan.

Di Kota Sorong, pembangunan KNMP berlangsung di sembilan kelurahan, yakni Rufei, Doom Barat, Tanjung Kasuari, Remu Selatan, Doom Timur, Raam, Soop, Malawei, dan Saoka. Pemerintah Kota Sorong menyebut sebagian besar lokasi tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan.

Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim mengatakan pembangunan KNMP didorong sebagai bagian dari penguatan sektor perikanan dan ketahanan pangan daerah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi percepatan program prioritas nasional bidang pangan dan pertanian di Papua Barat Daya pada Juli 2026.

“Pemerintah Kota Sorong terus mendorong percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan dan ketahanan pangan di daerah,” kata Anshar, seperti dikutip ANTARA.

Salah satu contoh fasilitas KNMP yang telah dipaparkan Pemkot Sorong berada di Kelurahan Rufei.

Kawasan tersebut disiapkan dengan sejumlah fasilitas pendukung kegiatan perikanan, antara lain dermaga, cold storage, pabrik es, SPBUN, fasilitas UMKM, dan bengkel. Pembangunan KNMP Rufei sendiri dimulai melalui peletakan batu pertama pada April 2026.

Baca Juga :  Tebar Keberkahan di Bulan Ramadan, Polsek Muara Tami Bagikan Paket Takjil Kepada Warga dan Santri

Pembangunan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa konsep KNMP diarahkan untuk mencakup berbagai tahapan kegiatan nelayan, mulai dari persiapan melaut hingga penanganan hasil tangkapan.

Namun, keberadaan fasilitas secara fisik belum otomatis menjamin seluruh kebutuhan nelayan terpenuhi. Operasional, pengelolaan, pemeliharaan, akses masyarakat, serta mekanisme pemanfaatannya tetap menjadi faktor penting.

Hal itu juga menjadi perhatian dalam pengembangan KNMP di Sorong. Fasilitas seperti pabrik es dan cold storage membutuhkan pasokan listrik, pengelola, perawatan, serta sistem distribusi hasil tangkapan. Demikian pula SPBUN memerlukan mekanisme penyaluran yang tepat sasaran dan mudah dijangkau nelayan.

Karena itu, penguatan KNMP Tanjung Kasuari dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, yakni membangun ekosistem perikanan yang menghubungkan kebutuhan melaut, ketersediaan BBM, penanganan hasil tangkapan, sarana produksi, hingga akses pasar.

Bagi nelayan, manfaat pembangunan pada akhirnya akan terasa ketika fasilitas yang tersedia benar-benar dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Kemudahan memperoleh BBM, ketersediaan es, dukungan terhadap sarana produksi, serta pengelolaan fasilitas yang sesuai kebutuhan menjadi bagian penting agar KNMP tidak berhenti pada pembangunan kawasan, tetapi dapat berfungsi sebagai infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

Dengan pengembangan KNMP di sembilan kelurahan, termasuk Tanjung Kasuari, pemerintah daerah dan pemerintah pusat memiliki ruang untuk terus memastikan pembangunan fasilitas berjalan beriringan dengan kebutuhan nelayan.

Pemanfaatan yang efektif, akses yang mudah, serta pengelolaan yang berkelanjutan akan menjadi faktor penting dalam menentukan manfaat KNMP bagi masyarakat pesisir Kota Sorong ( Redaksi)

Berita Terkait

Wakapolda Papua Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Kedamaian
Semangat Sumpah Pemuda ke-98, Kodam XVII/Cenderawasih Dorong Generasi Muda Berkontribusi bagi Indonesia
Patroli Simpatik Satgas Yonif Raider 136/TS, Hadirkan Rasa Aman dan Pelayanan Kesehatan bagi Warga Irimuli
Dedikasi dan Sportivitas Berbuah Prestasi, Personel Polresta Raih Kemenangan Di Taekwondo Papua Open 2026
Terduga Pelaku Diamankan, Polisi Dalami Motif Pembakaran Rumah di Argapura
Polsek Abepura Tertibkan Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa
Kecelakaan di Depan Saga Mall Abepura, Pemotor Tewas Terlindas Truk Tangki
Tim Resmob Numbay Ungkap Kasus Pencurian di Dok IX, Lima Terduga Pelaku Diamankan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Wakapolda Papua Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Kedamaian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Semangat Sumpah Pemuda ke-98, Kodam XVII/Cenderawasih Dorong Generasi Muda Berkontribusi bagi Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Patroli Simpatik Satgas Yonif Raider 136/TS, Hadirkan Rasa Aman dan Pelayanan Kesehatan bagi Warga Irimuli

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Dedikasi dan Sportivitas Berbuah Prestasi, Personel Polresta Raih Kemenangan Di Taekwondo Papua Open 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Polsek Abepura Tertibkan Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa

Berita Terbaru