Produksi 1.370 Kapal Fiber Nelayan Merah Putih di Manokwari Buka Lapangan Kerja untuk Putra Papua

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Manokwari, realitapapua.com – Sebanyak 1.370 unit kapal nelayan berbahan fiber berkapasitas 5 Gross Tonnage (GT) mulai diproduksi di galangan PT Satya Merah Putih dan Layar Bulaeng Maritim, Manokwari, Papua Barat.

Pembuatan ribuan kapal ini ditargetkan untuk memperkuat armada nelayan nasional dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Selain meningkatkan sarana tangkap, proyek berskala besar ini juga membuka lapangan kerja dan ruang pembelajaran pembuatan kapal fiber bagi tenaga kerja lokal Papua.

Pimpinan Galangan, Yehezkel Wororomi, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik telah berjalan sejak satu pekan terakhir. Sebanyak 20 unit kapal sudah selesai dikerjakan, sementara target tahap berikutnya mencapai 25 unit.

“Penyelesaian seluruh pesanan ditargetkan memakan waktu efektif sekitar 50 hingga 59 hari, dengan tenggat akhir pada November 2026 mendatang,” ujar Yehezkel saat ditemui di lokasi galangan Manokwari.

Spesifikasi Teknis dan Standar Kelaikan

Secara spesifikasi, kapal fiber ini dirancang khusus untuk operasional nelayan dengan panjang keseluruhan 11 meter, lebar 1,25 meter, serta tinggi 80 sentimeter. Guna mendukung daya jelajah, armada ini dilengkapi dua unit mesin berkapasitas masing-masing 15 PK serta fasilitas cool box untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan dan es selama di laut.

Baca Juga :  Terobos Lampu Merah di TL Dok II Jayapura, Pengendara Motor Mabuk Tabrak Dump Truck: Satu Korban Kritis Tanpa Identitas

Yehezkel memastikan seluruh material fiber yang digunakan telah mengantongi sertifikasi dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Kapal ini diperkirakan memiliki masa pakai melebihi 20 tahun dan dilengkapi garansi pemeliharaan selama satu tahun.

“Penggunaan kapal berukuran lebih besar dengan dua mesin berpotensi membantu nelayan menjangkau wilayah penangkapan (fishing ground) yang lebih jauh dibandingkan perahu tradisional biasa,” kata pria yang berpengalaman sebagai nelayan sejak tahun 2000 tersebut.

Meski demikian, pihak galangan menegaskan bahwa efektivitas penjangkauan lokasi penangkapan tetap bergantung pada kondisi cuaca, kapasitas muatan, kelaikan teknis, serta keterampilan keselamatan para awak kapal.

Transfer Keterampilan bagi Putra Papua

Proyek produksi kapal ini turut menyerap sekitar 140 tenaga kerja terampil dari luar Papua, seperti Bau-Bau dan Ambon, yang bekerja berdampingan dengan para pekerja lokal.

Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang alih teknologi (transfer of knowledge). Sejumlah pemuda dan putra daerah Papua yang sebelumnya belum mengenal teknik pengolahan material fiberglass mendapatkan pelatihan serta pembinaan langsung di lapangan.

Baca Juga :  Peringatan HUT ke-81 TNI di Papua Berlangsung Khidmat, Mengedepankan Kepedulian Sosial dan Kedamaian

Keterlibatan ini menjadi modal keterampilan berharga bagi SDM lokal untuk berkarier di industri perkapalan daerah pada masa mendatang.

Penguatan SDM perikanan ini juga sejalan dengan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, dalam siaran resminya menekankan bahwa modernisasi armada tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kapal, tetapi juga penguatan industri galangan dan kesiapan para awaknya.

“Membangun kapal harus benar-benar memenuhi aspek teknis dan pelaksanaan yang profesional serta memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi,” tegas Lotharia Latif.

Distribusi Menunggu Instruksi Resmi KKP

Terkait penyaluran, Yehezkel menjelaskan bahwa seluruh kapal yang rampung diproduksi akan ditampung sementara di lokasi galangan Manokwari. Proses distribusi ke titik-titik penerima KNMP baru akan dilaksanakan setelah terbit instruksi resmi dari pemerintah pusat.

Ketepatan distribusi, pemeriksaan kelaikan teknis (sea trial), serta pemeliharaan berkala akan menjadi kunci utama agar bantuan armada 1.370 kapal fiber ini dapat dimanfaatkan oleh nelayan secara aman, optimal, dan berkelanjutan.( Redaksi)

Berita Terkait

Patroli Simpatik Satgas Yonif Raider 136/TS, Hadirkan Rasa Aman dan Pelayanan Kesehatan bagi Warga Irimuli
Dedikasi dan Sportivitas Berbuah Prestasi, Personel Polresta Raih Kemenangan Di Taekwondo Papua Open 2026
Terduga Pelaku Diamankan, Polisi Dalami Motif Pembakaran Rumah di Argapura
Polsek Abepura Tertibkan Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa
Kecelakaan di Depan Saga Mall Abepura, Pemotor Tewas Terlindas Truk Tangki
Tim Resmob Numbay Ungkap Kasus Pencurian di Dok IX, Lima Terduga Pelaku Diamankan
Diduga Akibat Korsleting Genset, Puluhan Rumah di Mappi Ludes Terbakar
TSUBASA, Satgas Yonif 136/TS Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Belajar bagi Siswa SD Pagaleme
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Patroli Simpatik Satgas Yonif Raider 136/TS, Hadirkan Rasa Aman dan Pelayanan Kesehatan bagi Warga Irimuli

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Dedikasi dan Sportivitas Berbuah Prestasi, Personel Polresta Raih Kemenangan Di Taekwondo Papua Open 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Terduga Pelaku Diamankan, Polisi Dalami Motif Pembakaran Rumah di Argapura

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Polsek Abepura Tertibkan Judi Sabung Ayam di Belakang Pasar Youtefa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Kecelakaan di Depan Saga Mall Abepura, Pemotor Tewas Terlindas Truk Tangki

Berita Terbaru