JAKARTA, realitapapua.com – Pilpres kemarin adalah battle of field ada pada perebutan suara Generasi Gen Z dan Millenial. Jumlahnya sangat signifikan, menyumbang 55 persen suara.
Generasi Gen Z dan Millenial ini memang nyaris tak banyak terpapar dengan baik oleh isu politik. Isi kepala mereka lebih banyak berinteraksi dengan pop culture. Itu mengapa Prabowo menggandeng Raffi Ahmad dan Atta Halilintar (keduanya banyak dikenal di medsos dengan pengikut jutaan).
Sedangkan Ganjar masih terpukau dengan figur seperti Slank yang cocok buat jadi influencer gen X dan Y. Sementara Anies seleranya lebih old school lagi, yakni merekrut Rhoma Irama. Jadi bisa ditebak, timses Prabowo sukses.
Akhirnya bisa ditebak: Pasangan Prabowo-Gibran menang telak dengan perolehan suara lebih dari 60 persen. Ini jelas banyak pengaruh dari pemilih muda atau pemilih pemula yang sangat signifikan dengan menyumbang sekitar 55 persen suara.
Jadi, berkaca pada pilpres kemarin dengan kemenangan pasangan Prabowo-Gibran, jelas pemilih muda yang berusia 17 tahun ke atas (sesuai KTP dan sudah berhak jadi pemilih) atau dikategorikan sebagai Genetasi Gen Z dan Millenial di Papua, pastilah juga penyumbang suara 50 persen lebih dalam Pilkada nantinya.
Pemilih muda sebagai Generasi Gen Z dan Millenial keseharian mereka tak lepas dari Gadget. Sehingga kampanye atau memberi pengaruh positif terkait Sosok yang kita dukung lewat Medsos jelas sangat efektif dan efesien, guna meraih simpati Pemilih Muda dalam Pilkada nantinya.
Sekaligus lewat medsos ini juga, bisa digunakan untuk mempengaruhi para pemimpin partai politik (mempengaruhi survei parpol) untuk melihat sosok Yang kita dukung sebagi sosok calon peserta pilkada yang sangat layak diusung partainya. Bisa juga lewat serbuan kita sebagai buzzer relawan di medsos, masyarakat terpapar dan ramai-ramai mencoblos sosok yang kita dukung sebagai Gubernur atau Bupati atau Walikota dalam Pilkada nantinya.












