Jayapura,realitapapua.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Papua bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok. Bersama instansi terkait, Satgas resmi melepas distribusi 137 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari gudang Bulog Jayapura untuk mendukung Gerakan Pasar Murah (GPM).
Kasatgas Pangan Polda Papua, Kombes Pol. Rama, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari aksi serentak nasional untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Distribusi Menjangkau Wilayah Papua Raya
Penyaluran beras SPHP kali ini mencakup wilayah yang cukup luas, meliputi tiga provinsi sekaligus Provinsi Papua Papua Pegunungan Papua Selatan
Mekanisme distribusi dilakukan dengan kolaborasi ketat antara Bulog dan jajaran Kepolisian Resor (Polres).
“Polres mengambil langsung dari gudang Bulog setempat. Untuk daerah terpencil, Bulog akan mengirimkan ke lokasi polres agar kepolisian bisa mendistribusikannya langsung kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Rama di Jayapura.
Berdasarkan pantauan Satgas Pangan terhadap 14 komoditas utama di tanah Papua, secara umum harga terpantau stabil meski masih berada di atas rata-rata nasional.
Namun, satu komoditas masih menjadi catatan khusus Cabai Harga Cabai Menembus Rp120.000 per kilogram. untuk Penyebab Cuaca buruk di sentra produksi Arso, Kabupaten Keerom, yang memicu gagal panen.
Satgas Pangan berupaya mendatangkan pasokan cabai dari luar Papua untuk menormalkan harga di pasar lokal.
Semantara itu Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Papua, Ahmad Mustari, menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran stok pangan. Selain beras, pihaknya juga memastikan ketersediaan minyak goreng tetap aman.
“Satgas Pangan hari ini melakukan pelepasan secara serentak dan Bulog mendukung penuh. Kami juga baru saja menerima tambahan pasokan melalui jalur logistik kontainer yang akan segera disalurkan ke berbagai wilayah,” kata Ahmad.
Dengan masifnya distribusi ini, diharapkan masyarakat Papua dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa perlu khawatir akan kelangkaan stok maupun lonjakan harga pangan yang ekstrem. ( Redaksi)









