Jayapura,realitapapua.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mematangkan langkah penataan dan restrukturisasi organisasi satuan di wilayah Papua. Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih mengonfirmasi rencana pembentukan sejumlah satuan komando utama dan satuan teritorial baru di Tanah Papua.
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H,M.M menegaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari kebijakan besar peresmian jajaran tiga Matra TNI mengoptimalkan fungsi pertahanan negara sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Khusus di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih, nantinya akan dibentuk Kodam baru yang berkedudukan di Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah. Wilayah tanggung jawab Kodam baru ini bakal mencakup seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah,” kata Mayjen TNI Febriel Buyung Minggu ( 27/09/2026)
Seiring bertambahnya markas komando daerah militer tersebut, peta wilayah tanggung jawab Kodam XVII/Cenderawasih otomatis disesuaikan.
” Ke depan, Kodam XVII/Cenderawasih fokus membawahi dua wilayah administrasi, yakni Provinsi Papua dan Provinsi Papua Pegunungan.” Ungkap pangdam
Selain pembentukan Kodam anyar di Nabire, TNI juga meresmikan dua Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) yang masing-masing ditempatkan di Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Waropen.
Tak hanya itu, satu Brigade Teritorial Pembangunan juga resmi dibentuk dan berkedudukan di Biak.
Saat ini, tercatat ada 13 Batalyon TP yang tersebar di berbagai kabupaten di Papua. Begitu Kodam baru di Nabire beroperasi penuh, dua Batalyon TP yang saat ini berada di Nabire dan Timika akan dialihkan di bawah kendali komando Kodam tersebut.
“Dengan pengalihan itu, jumlah Batalyon TP di bawah kendali Kodam XVII/Cenderawasih untuk sementara menjadi 11 satuan. Namun, kami berencana membangun dua Batalyon TP baru di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Yalimo, sehingga totalnya akan kembali menjadi 13 batalyon,” ungkap Pangdam.
Pangdam menambahkan, keberadaan Brigade Teritorial Pembangunan di Biak nantinya berfungsi memimpin dan membawahi satuan-satuan operasi di wilayah Biak dan sekitarnya. Sementara itu, jajaran brigade lainnya disiapkan untuk mengawal wilayah Provinsi Papua serta Provinsi Papua Pegunungan.
( Redaksi)












