Jayapura, realitapapua.com — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mencatatkan capaian signifikan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. Selama pelaksanaan operasi Triwulan III Tahun Anggaran 2026, prajurit TNI berhasil menindak 22 pimpinan dan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) serta menyita puluhan pucuk senjata api beserta ratusan amunisi.
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan hasil evaluasi operasi tersebut dalam konferensi pers resmi yang dihadiri oleh jajaran Pangkotama Papua, Kaskogab, PJU Kogabwilhan III, dan awak media.
“Konferensi pers ini merupakan wujud keterbukaan informasi publik sekaligus pertanggungjawaban TNI kepada masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, menegakkan kedaulatan negara, serta memberikan rasa aman di wilayah Papua dan sekitarnya,” ujar Letjen TNI Lucky Avianto.
Berdasarkan hasil operasi TNI berhasil menindak 22 individu yang memegang peran strategis dalam struktur komando OPM, baik dalam kondisi hidup maupun tewas.
Langkah ini diambil untuk memutus struktur kepemimpinan, jalur logistik, serta kemampuan operasional kelompok bersenjata di berbagai Kodap (Komando Daerah Pertahanan).
Beberapan pimpinan dan anggota OPM yang berhasil ditindak di antaranya:
KODAP IV/Soraya: Zakarias Fatem (Wapangkodap IV/Soraya), Yesias Mate (Danlog), Manuel Yohanes Aimau & Alfon Sorry (Wadan Ops), Manfred Fateem (Danops), Arso Aisnak (Danops Buaya), Anton Fatem (Danyon Ayosami), Yesias Fatem (Danyon Mosata), Riki Asiasior (Danyon Tokek), Yopi Frasov (Wadanyon Aikum), dan Yohannes Ky (Danyon Karif Hamid).
KODAP III/Ndugama: Lau Gwijangge (Danwil Mugi), Ket Gwijangge (Danops Yon Mugi), Peltu Usmabul (Wadanops Mugi), dan Lut Wumangge alias Medak-Medak (Penasihat).
KODAP XVI/Yahukimo: Bilip Kobak (Danops Kimpussa).
KODAP XIII/Ilaga: Jeki Murib (Danops Kepala Air).
KODAP XIII/Kegepa Nipouda: Oktonil Degei (Dan Ops Pos Awii Yugiyo).
KODAP XXXV/Bintang Timur: Abdon Kisamlu (Wadanyon Lim Kelener).
KODAM III/D Dulla: Dinus Tigau (Staf Ops) dan Hurbianus Mirip (Kepala Keuangan).
Unsur Wilayah Domberai: Colonel Jacob (Comanda AL WST Papua).
Selain menindak para tokoh OPM, Satgas TNI mengamankan berbagai barang bukti yang digunakan untuk menunjang aktivitas ilegal di wilayah operasi Persenjataan & Amunisi 49 Pucuk Senjata Api: 24 senjata organik (11 laras pendek/pistol, 13 laras panjang) dan 25 senjata api campuran (3 laras pendek 9 mm, 22 laras panjang 5,56 mm).30 Pucuk Senapan Anggin.
394 Butir Amunisi Aktif: Kaliber 5,56 mm (304 butir), kaliber 7,62 mm (30 butir), dan kaliber 9 mm (60 butir).55 Kelongsong Munisi: Kaliber 5,56 mm (50 butir) dan kaliber 7,62 mm (5 butir).
Logistik & Peralatan Komunikasi Peralatan Teknis: 28 unit Handy Talky (HT), 50 unit telepon genggam, 1 unit drone, 10 unit alat optik, dan 10 papan solar cell.Atribut & Senjata Tradisional: 10 bendel dokumen OPM, 20 set aksesori Bintang Kejora, 10 buah aksesori OPM, 20 set panah/busur, 20 buah parang, serta 10 buah kapak.
Barang Bukti Lain: 1.347 batang tanaman ganja, uang tunai sebesar Rp26.773.000, dan 45 lembar uang kuno/lama.
Pangkogabwilhan III menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasi tetap menjunjung tinggi aturan pelibatan (Rules of Engagement), prinsip hukum yang berlaku, serta nilai-nilai kemanusiaan. Ke depan, TNI akan terus memperketat pengawasan darat, laut, dan udara, khususnya di kawasan perbatasan dan titik rawan.
Menutup keterangannya, Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan imbauan terbuka kepada anggota OPM yang masih berada di dalam hutan.
“Kami mengajak saudara-saudara kita anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan segala bentuk aktivitas yang mengganggu masyarakat. Mari memilih jalan damai dan kembali bergabung ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.( Redaksi)












