Kalapas Abepura Bantah Isu Layanan Buruk: Kami Pastikan Nol Pungli dan Penuhi Hak Warga Binaan

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Abepura, Badaruddin, angkat bicara
untuk meluruskan pemberitaan yang menyebutkan adanya layanan buruk di lingkungan Lapas Abepura.

Badaruddin memastikan bahwa informasi mengenai adanya pungutan liar (pungli), intimidasi, hingga pelanggaran HAM adalah tidak benar.

“Saya menyatakan dan memastikan bahwa berita terkait layanan buruk, pungli, intimidasi, maupun pelanggaran HAM itu tidak benar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa seluruh layanan kami berjalan sesuai prosedur,” ujar Badaruddin saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (17/1).

Pemenuhan Hak Dasar dan Standar Pangan
Badaruddin menjelaskan bahwa hak-hak dasar warga binaan pemasyarakatan (WBP) selalu menjadi prioritas, mulai dari kebutuhan makan, minum, kesehatan hingga kebersihan lingkungan. Terkait konsumsi, Lapas Abepura telah menerapkan mekanisme yang mengacu pada regulasi terbaru.

“Mengenai makanan, kami mengikuti Permen nomor 1 tahun 2025. Ada siklus menu 10 hari yang memastikan makanan yang diberikan bervariasi dan tidak itu-itu saja. Mulai dari pengadaan hingga pembagian, semuanya terpantau dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Polda Papua dan Pemerintah Belanda Bahas Keamanan serta Pembangunan Papua

Dalam hal pembinaan, Badaruddin menekankan adanya sistem reward and punishment. WBP yang berkelakuan baik mendapatkan hak remisi, baik Remisi Umum maupun Khusus, dengan besaran mulai dari 15 hari hingga 6 bulan sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, ia memaparkan keberhasilan program integrasi seperti Cuti Berseri (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Pembebasan Bersyarat (PB). Menariknya, Lapas Abepura mengusung program inovatif “SK Menunggu Orang, Bukan Orang Menunggu SK”.

“Kami berupaya maksimal agar hak integrasi tidak terbengkalai. Saat ini ada 35 orang yang SK-nya sudah terbit sebelum tanggal pembebasannya tiba. Kami juga tengah mengusulkan 45 berkas ke pusat dan 409 berkas permintaan Litmas ke Bapas,” tambahnya.

Meski demikian, Kalapas mengakui ada kendala dalam pengurusan PB bagi beberapa narapidana, terutama terkait persyaratan penjamin dari pihak keluarga.

Baca Juga :  Operasi Sikat Cartenz 2026: Polda Papua Sita Puluhan Motor Hasil Curian, Total Kerugian Capai Rp450 Juta

“Ada beberapa yang keluarganya sulit dihubungi karena jarak yang jauh. Tanpa penjamin, mereka terpaksa bebas murni. Sebenarnya kami di Lapas tidak suka jika ada yang bebas murni karena kendala administratif seperti ini, tapi aturan dari pusat memang sangat ketat,” ungkapnya.

Terkait administrasi registrasi, Badaruddin mengapresiasi kerja sama dengan pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan. Ia memastikan saat ini tidak ada tahanan yang mengalami masa penahanan melebihi ketentuan (overstay).

“Kami terus membangun sistem berdasarkan UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan SOP yang ada. Saya sebagai Kalapas berkomitmen me-manage organisasi agar tidak ada diskriminasi dan ada kepastian hukum bagi setiap warga binaan.”

Menutup pernyataannya, Badaruddin kembali menegaskan komitmennya terhadap integritas petugas di Lapas Abepura. “Saya pantau langsung. Saya pastikan 100 persen tidak ada pungli terkait pengurusan administrasi maupun layanan lainnya di sini,” pungkasnya.

( Redaksi)

Berita Terkait

Sambangi Masjid Al-Hidayah, Wakapolda Papua Tampung Aspirasi Warga Lewat Curhat Kamtibmas
Satgas Damai Cartenz Tangkap Pelaku Pencurian Senjata Api Milik Anggota Polri di Jayapura
Wujud Kemanunggalan TNI, Pos Puncak Senyum Satgas Yonif 136/TS Pasang Penerangan di Puncak Jaya
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Almarhum Brigpol Ronald Enok Di Puncak Jaya
Senyum Anak-anak Kampung Tinggi Nambut Sambut Bantuan Seragam dari Satgas Yonif 136/Tuah Sakti
Harga Daging Ayam Di Pasar Hamadi Jayapura Masih Normal
Harga Cabai di Pasar Hamadi Tembus Rp140.000 per Kg, Tomat Rp45.000
Kapolda Papua Pimpin Sertijab Karo Logistik, Dorong Peningkatan Kinerja Organisasi
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:23 WIB

Sambangi Masjid Al-Hidayah, Wakapolda Papua Tampung Aspirasi Warga Lewat Curhat Kamtibmas

Sabtu, 7 November 2026 - 19:49 WIB

Satgas Damai Cartenz Tangkap Pelaku Pencurian Senjata Api Milik Anggota Polri di Jayapura

Sabtu, 7 November 2026 - 12:13 WIB

Wujud Kemanunggalan TNI, Pos Puncak Senyum Satgas Yonif 136/TS Pasang Penerangan di Puncak Jaya

Jumat, 6 November 2026 - 14:46 WIB

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Almarhum Brigpol Ronald Enok Di Puncak Jaya

Jumat, 6 November 2026 - 09:59 WIB

Senyum Anak-anak Kampung Tinggi Nambut Sambut Bantuan Seragam dari Satgas Yonif 136/Tuah Sakti

Berita Terbaru