Jayapura, realitapapua.com — Tim gabungan dari Komando Operasi (Koops) TNI Habema di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berhasil mengevakuasi tiga jenazah warga sipil korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (23/7/2026).
Proses evakuasi yang berlangsung mendebarkan tersebut sempat diwarnai aksi kontak tembak antara pasukan TNI dan kelompok bersenjata OPM.
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga, menjelaskan bahwa tim berhasil menjangkau lokasi dan mengevakuasi seluruh korban dua hari setelah insiden penembakan yang terjadi pada Selasa (21/7/2026).
“Tim dari Koops TNI Habema berhasil menjangkau daerah penembakan tersebut dan melaksanakan evakuasi. Kami sangat menyayangkan dan mengecam kekerasan yang dilakukan kelompok OPM,” tegas
Mayjen TNI Yudha Airlangga Kamis (23/7).
Identitas Korban dan Kondisi di Lapangan
Meski sempat mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata saat menuju lokasi, pasukan TNI berhasil mengamankan area hingga proses evakuasi berjalan lancar.
Ketiga jenazah kini telah dibawa ke RSUD Dekai, Yahukimo, untuk menjalani proses visum dan identifikasi lebih lanjut.
Dari tiga korban meninggal dunia, dua di antaranya telah berhasil diidentifikasi:
Yentinus Kogoya (Warga Sipil)
Pam Wendakme (Istri Yentinus Kogoya)
Satu korban perempuan lainnya (Masih dalam proses identifikasi di RSUD Dekai)
Mayjen Yudha menyebutkan bahwa kondisil para korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Pihaknya mengutuk keras aksi penembakan yang menyasar warga sipil tak berdosa tersebut.
“Kami mengajak semua pihak agar mendinginkan situasi, kasihan rakyat. Kami TNI siap membantu rakyat. Tentunya setelah ini, jenazah korban diserahkan ke RSUD dan selanjutnya ditangani pihak kepolisian,” tambah Yudha.
Dugaan Pelaku dan Dampak Keamanan
Berdasarkan informasi awal, aksi penembakan pada Selasa (21/7) lalu diduga kuat dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Kopi Tua Heluka.
Insiden ini menambah panjang daftar korban sipil akibat gangguan keamanan di wilayah pedalaman Papua. Aksi teror berkelanjutan ini tak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mengganggu stabilitas pelayanan publik seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga kelancaran distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil di Kabupaten Yahukimo. ( Redaksi)









