Jayapura,realitapapua.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Jayapura mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di perairan utara Papua. Hal ini menyusul terdeteksinya Siklon Tropis Bavi di perairan Samudera Pasifik utara Papua.
Prakirawan BMKG Maritim Jayapura, Hanif, menjelaskan bahwa keberadaan siklon tropis ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan, serta meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang di wilayah perairan tersebut.
“Berdasarkan pantauan BMKG, pola angin di wilayah utara Papua umumnya bergerak dari arah Selatan hingga Barat dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot.” Ungkap Hanif
Adapun wilayah yang terpantau mengalami kecepatan angin tertinggi meliputi:Perairan Biak Perairan Serui – Waropen Perairan Sarmi – Mamberamo
” Peningkatan kecepatan angin ini berpeluang memicu gelombang laut kategori sedang 1,25 hingga 2,5 meter ” katanya
BMKG merilis daftar wilayah perairan yang wajib mewaspadai potensi gelombang tinggi ini: Perairan Kepulauan Mapia ,Perairan Barat Pulau Biak ,Perairan Utara Pulau Biak
Perairan Timur Pulau Biak ,Perairan Selatan Pulau Biak,Perairan Sarmi – Mamberamo dan
Perairan Jayapura
Mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan, BMKG memberikan imbauan kepada para nelayan dan operator kapal untuk memperhatikan risiko keselamatan
” Perahu Nelayan di Harapkan segera berlindung atau menunda pelayaran apabila kecepatan angin telah mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Semantara Kapal Tongkang Diminta tetap waspada dan mengutamakan keselamatan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.” Pungkasnya
Masyarakat yang beraktivitas di pesisir pantai serta para pelaku logistik laut diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum melakukan perjalanan.
( Redaksi)












