Jayapura,realitapapua.com – Seorang pria berinisial YM (34) menjadi korban pembakaran oleh sang pacar YA (32) di salah satu kamar hotel di Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.
Kapolsek Abepura, Kompol Yulianus Samberi yang dikonfirmasi menjelaskan,l bahwa insiden itu terjadi pada Minggu (8/3/2026). Saat itu korban yang diketahui baru pulang dari tempat tugas di Oksibil, Pegunungan Bintang tak langsung pulang ke rumah sehingga dicari oleh sang pacar.
Pelaku sempat mencari korban ke rumah keluarga dan beberapa rekan korban, namun tak ada kabar.
“Kejadian berawal ketika korban ini turun dari Oksibil tapi tidak langsung ke rumah untuk bertemu sang pacar, sehingga sang pacar yang juga pelaku mencari korban di beberapa tempat termasuk ke rumah keluarga dan teman korban, tapi tak ada hasil yang membuat pelaku kesal,” kata Kapolsek ketika dikonfirmasi pada Senin (9/3/2026).
Dari pencarian itu, pelaku akhirnya menemukan korban di salah satu hotel di wilayah Abepura sehingga terjadi cekcok antara keduanya dan berujung pembakaran terhadap atau korban.
“Dari pencarian yang dilakukan, pelaku berhasil menemukan korban di salah satu hotel di wilayah Abepura sehingga keduanya terlibat cekcok berujung pembakaran terhadap korban,” jelasnya.
“Motif pembakaran karena emosi, pelaku sebagai pacar emosi karena saat korban turun dari Oksibil tidak langsung ke rumah, sehingga pelaku ini emosi dan melakukan pembakaran,” ungkapnya.
Akibat pembakaran itu, korban mengalami luka bakar kurang lebih 50,5 persen di bagian badan dan sampai saat ini dalam keadaan kritis.
“Dari keterangan tim medis di RS Bhayangkara, kondisi korban dalam keadaan kritis akibat luka bakar hingga 50,5 persen dan masih dalam perawatan intensif,” tuturnya.
Kapolsek menambahkan, saat ini terduga pelaku YA sudah ditangkap dan ditahan di Rutan Polsek Abepura.
“Untuk pelalu sudah ditangkap dan ditahan di Polsek Abepura,” tandasnya.
Menanggapi kasus ini, Kompol Yulianus Samberi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi persoala atau masalah pribadi lainnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kepala dingin agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
“Tindakan emosional seperti ini hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Kami minta masyarakat menyelesaikan masalah dengan cara baik-baik, bukan dengan kekerasan,” pungkasnya. ( Redaksi)









