Jayapura, realitapapua.com – Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Jayapura Kota Polda Papua dan Tim Opsnal Polsek jajaran berhasil menangkap seorang pria berinisial MH (28), yang diduga pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Penangkapan dilakukan di belakang Jl. Gerilyawan, Distrik Abepura, pada Minggu (12/1) malam.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Victor D. Mackbon, melalui Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda, menjelaskan bahwa kasus ini dilaporkan oleh Abd. Rauf dengan Laporan Polisi Nomor: LP / B / 43 / I / 2025 / SPKT / POLSEK ABEPURA / POLRESTA JAYAPURA KOTA / POLDA PAPUA, tanggal 12 Januari 2025. “Kasus pencurian dengan kekerasan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka bacok atas perbuatan keji yang dilakukan oleh MH. Berdasarkan laporan dan hasil penyelidikan, identitas pelaku akhirnya berhasil kami ungkap,” ujar Kapolsek Abepura.
Tim gabungan Opsnal Reskrim menerima informasi terkait keberadaan pelaku di Distrik Jayapura Selatan. Tanpa menunggu waktu lama, personel kemudian bergerak ke lokasi dan menemukan MH sesuai dengan ciri-ciri yang telah diidentifikasi. “Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Kami juga menyita barang bukti berupa satu buah parang yang diduga digunakan pelaku saat melakukan aksinya,” ungkap Kapolsek Abepura.
MH kini telah dibawa ke Mapolsek Abepura dan telah mengakui perbuatannya. Ia akan dimintai keterangan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. “Kami akan lakukan proses penyidikan hingga tuntas dan juga mencari satu rekannya yang turut serta dalam aksinya. Pencarian dan penyelidikan lebih dalam terkait keberadaannya akan terus dilakukan,” pungkasnya.
Kompol Komarul mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tindak kriminal di lingkungan sekitar. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan rasa aman dan menindak tegas segala bentuk tindak pidana.
Dengan penangkapan ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjadi peringatan bagi para pelaku tindak kejahatan untuk tidak lagi melakukan aksi serupa.( Redaksi)









