Yahukimo, realitapapua.com – Kepolisian Resor (Polres) Yahukimo tengah menyelidiki kasus penyerangan oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) yang menewaskan seorang guru, Melani Wamea (31), di Kampung Holuwon, Distrik Holuwon, pada Jumat (10/10).
Korban, yang merupakan tenaga pendidik di Sekolah Jhon D. Wilson Holuwon, diserang saat bersama rekan guru dan murid hendak melakukan kegiatan penanaman pohon di area perbukitan dekat sekolah.
Menurut keterangan saksi, peristiwa bermula ketika rombongan guru dan murid berjalan menuju lokasi penanaman pohon yang berjarak sekitar 30 menit dari sekolah. Setibanya di lokasi, seorang murid melaporkan melihat dua orang membawa parang dan panah di bawah bukit yang dicurigai hendak memalang jalan.
Seorang saksi kemudian menuruni bukit untuk memastikan informasi tersebut. Namun, di tengah perjalanan, saksi mendengar rintihan dan teriakan minta tolong dari arah bawah. Saat tiba di lokasi, saksi mendapati Melani Wamea dalam kondisi kritis dengan luka tusukan di tubuhnya, diduga akibat serangan kelompok OTK.
Korban segera dievakuasi dan diterbangkan menggunakan pesawat MAF dari Distrik Holuwon menuju Wamena, lalu dilanjutkan ke Jayapura. Korban tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 16.20 WIT, namun dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Tiga guru lain berhasil selamat, meski mengalami trauma mendalam.
Kasat Reskrim Polres Yahukimo IPTU Budi Payung, S.H., bersama personel telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pengumpulan keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino, S.H., M.H., menyatakan duka cita mendalam atas gugurnya salah satu tenaga pendidik. Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan langkah hukum tegas untuk mengungkap dan menangkap para pelaku.
“Kami sangat berduka atas gugurnya salah satu tenaga pendidik yang mengabdi di pedalaman Yahukimo. Perbuatan keji ini adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Kami sudah menurunkan tim untuk menyelidiki dan mengejar sekelompok OTK tersebut yang diduga sebagai pelaku,” tegas Kapolres.
Senada dengan Kapolres, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan duka cita mendalam dan mengecam keras tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik.
“Saat ini tim gabungan tengah melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif kelompok OTK yang menyerang korban,” ujar Kabid Humas.
Polri mengimbau masyarakat, khususnya guru di wilayah pedalaman Papua, untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat bila melaksanakan kegiatan di luar lingkungan sekolah. ( Redaksi)









