Jayapura,realitapapua.com — Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz bersama Polres Keerom berhasil menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XV Ngalum Kupel, Maam Taplo, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Maam Taplo adalah salah satu pelaku utama dalam aksi brutal penyerangan dan pembunuhan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kiwirok pada September 2021.
Penangkapan dilakukan pada Sabtu, 22 November 2025, sekitar pukul 12.20 WIT di kawasan Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom. Pelaku diamankan tanpa perlawanan setelah tim melakukan penyelidikan intensif terhadap keberadaannya.
Maam Taplo merupakan DPO berdasarkan Laporan Polisi terkait aksinya di Kiwirok. Ia diketahui terlibat langsung dalam sejumlah tindak kekerasan dan penyerangan, termasuk Pembunuhan dan Penganiayaan Berat Nakes
Aksi kejamnya mengakibatkan satu nakes meninggal dunia dan 10 lainnya mengalami luka-luka Korban Meninggal: Sdri. Gabriella Meilani (luka bacok di kepala, leher, dan luka tusuk di perut).Korban Luka-Luka: Meliputi Dr. Restu Pamangi (patah tulang), Sdri. Katrianti Tandiala (luka tusuk di kemaluan dan paha), Sdri. Christina Sampe Tonapa (luka tusuk di sekujur tubuh), serta tujuh nakes lainnya yang mengalami luka tusuk, panah, dan memar. 2. Aksi Kekerasan Lain
Selain penyerangan nakes, Maam Taplo juga terlibat dalam Pembakaran Fasilitas Umum di Kiwirok, seperti Bank Papua, Puskesmas, Pasar, Perumahan Puskesmas, dan Kantor Distrik Penembakan di Lapangan Terbang Kiwirok dan penyerangan terhadap Pos Brimob serta Pos TNI (Yonif PR 431/SSP) yang menyebabkan Prada Beryl Kholif A.R meninggal dunia.
Sebelum ditangkap, pelaku diketahui meninggalkan Kiwirok pada Agustus 2025 dengan alasan berobat ke RS Vanimo, Papua Nugini. Setelah diamankan, Maam Taplo segera dibawa ke Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa penangkapan ini adalah langkah penting untuk menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagi para korban.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, memastikan operasi pengejaran terhadap anggota KKB lainnya akan terus dilanjutkan. “Penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan akan dilakukan tanpa kompromi,” tutupnya. ( Redaksi)









