Jayapura,realitapapua.com – Kodam XVII/Cenderawasih resmi memulai Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer TNI Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memperkuat kesadaran hukum, disiplin, dan profesionalisme seluruh prajurit TNI yang bertugas di tanah Papua.
Upacara gelar operasi dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi Zebua. Di lapangan Makodam XVII Cendrawasih Jumat (17/02/2026)
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa operasi ini bertujuan menekan angka pelanggaran disiplin maupun kode etik di lingkungan militer.
Brigjen TNI Thevi Zebua menjelaskan bahwa sasaran operasi tahun ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ketertiban administrasi.
“Operasi ini bertujuan membentuk dan memperkuat disiplin prajurit TNI dari seluruh matra di Papua. Kami ingin seluruh prajurit memiliki kesadaran hukum yang tinggi sehingga semakin profesional dalam menjalankan tugas,” ujar Kasdam di Jayapura, Jumat (13/2/2026).
Menariknya, di era digital ini, Kasdam juga memberikan atensi khusus pada pengawasan media sosial. Ia meminta para komandan satuan untuk aktif memantau penggunaan perangkat digital anggotanya.
“Para komandan satuan rutin melakukan pemeriksaan ponsel anggota. Tujuannya agar prajurit memahami batasan bermedia sosial sehingga tidak terjadi penyelewengan atau pelanggaran hukum di platform digital,” tegasnya.
Operasi Gaktib dan Yustisi ini akan berlangsung sepanjang tahun 2026 dengan melibatkan 657 personel gabungan dari tiga matra TNI, yang terdiri dari TNI Angkatan Darat: 160 Personel TNI Angkatan Laut: 50 Personel TNI Angkatan Udara: 60 Personel
Polisi Militer (PM): Seluruh satuan PM di wilayah Papua.
Selain internal TNI, operasi ini juga menggandeng instansi eksternal seperti Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kejaksaan, hingga Pemerintah Daerah untuk memastikan efektivitas penegakan hukum.
Personel gabungan akan disebar di berbagai titik strategis di Papua, mulai dari Jayapura, Nabire, hingga Wamena. Kasdam optimis operasi ini dapat terus menekan angka pelanggaran yang secara statistik menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.
Menutup keterangannya, Brigjen TNI Thevi Zebua memberikan peringatan keras bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggar aturan.
“Sanksi tegas akan diberikan kepada setiap prajurit yang terbukti melanggar, tanpa memandang jabatan maupun pangkat,” pungkasnya. ( Redaksi)









