Jayapura, realitapapua.com – Pernyataan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang mengklaim bahwa empat orang yang kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 9 Juni lalu di Sinak, Puncak, bukanlah anggota mereka, justru memperkuat dugaan bahwa mereka adalah bagian dari kelompok tersebut.
Berdasarkan dokumen yang ditandatangani, keempat orang tersebut secara sukarela mengakui bahwa mereka sebelumnya merupakan anggota OPM Sinak. Mereka menyatakan penyesalan telah bergabung dengan kelompok tersebut. Ikrar setia ini disaksikan oleh para tokoh agama, tokoh adat, aparat kampung, dan pemerintah setempat.
Perekrutan Pelajar dan Pelanggaran Hukum
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa OPM sering merekrut pemuda, termasuk pelajar, untuk terlibat dalam kegiatan mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perekrutan ini jelas merupakan pelanggaran terhadap anak-anak dan hukum.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan, menegaskan bahwa pernyataan OPM menyesatkan. “OPM kerap merekrut dan memanfaatkan anak-anak, pelajar, dan remaja untuk melancarkan aksinya. Jadi pernyataan OPM adalah menyesatkan karena kehilangan anggotanya,” jelasnya.
Keempat orang yang kembali ke NKRI ini memilih jalan tersebut setelah menyadari dan menyayangkan berbagai aksi OPM yang dianggap tidak berperikemanusiaan. Aparat TNI dan Polri pun meyakini dan memastikan bahwa mereka adalah mantan anggota OPM di wilayah Sinak yang kini telah berikrar setia kepada NKRI. ( Redaksi)









