Jayapura,realitapapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Jayapura mengerahkan tim rescue untuk mencari dua orang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Jayapura. Hingga Minggu (11/1/2026) sore, keberadaan kedua korban masih misterius.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor SAR Jayapura, Elia Wassanggai, menjelaskan bahwa laporan kehilangan diterima dari pihak keluarga korban bernama Ibu Hasniyah pada pukul 15.15 WIT.
Berdasarkan data yang dihimpun, kedua nelayan yakni Agus Salim Sa’dai
Keduanya diketahui berangkat memancing sejak Senin, 5 Januari 2026. Namun, setelah sepekan berlalu, mereka tak kunjung pulang dan tidak ada komunikasi yang bisa dilakukan. Hal ini memicu kekhawatiran pihak keluarga yang kemudian memutuskan melapor ke Basarnas.
Merespons laporan tersebut, tim SAR langsung bergerak cepat. Hanya berselang 15 menit setelah laporan diterima, tim melakukan briefing dan berangkat menuju lokasi kejadian.
“Tim rescue bergerak pukul 15.30 WIT dengan estimasi waktu tempuh 1,5 jam menuju titik pencarian. Kami menggunakan berbagai armada mulai dari Rescue Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), Drone untuk pantauan udara, hingga peralatan SAR air lengkap,” ujar Elia Wassanggai.
Operasi ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas Jayapura Polairud Polda Papua dan Keluarga Korban
Meski pencarian dilakukan secara intensif, tim di lapangan menghadapi tantangan cuaca yang cukup berat. Kondisi langit dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang mencapai 1 hingga 2 meter, yang menyulitkan pergerakan kapal pencari.
“Hari ini tim telah melaksanakan pencarian maksimal, namun hasil masih nihil dikarenakan kondisi gelombang yang cukup tinggi di lapangan. Demi keselamatan personil dan efektifitas, pencarian akan dilanjutkan kembali pada esok hari,” pungkas Elia.
Kantor SAR Jayapura menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan mengoptimalkan segala sumber daya untuk menemukan Agus Salim dan Sa’dai. ( Redaksi)









