Jayapura ,realitapapua.com – Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi pada 3 Agustus 2026 mendatang, Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi ajakan unjuk rasa maupun informasi berseliweran di media sosial dan grup percakapan seperti WhatsApp.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, meminta seluruh warga Papua untuk tetap tenang dan selalu menyaring setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Pastikan setiap informasi diperoleh dari sumber resmi dan media massa yang kredibel agar tidak mudah terpengaruh provokasi yang dapat mengganggu kamtibmas,” ujar Cahyo dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).
Cahyo menegaskan, Polda Papua tidak membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum karena hal tersebut dijamin oleh undang-undang. Kendati demikian, pelaksanaannya harus tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku serta memprioritaskan ketertiban umum.
Ia menyoroti pentingnya menjaga ruang publik tetap aman dan tidak merugikan masyarakat luas yang sedang beraktivitas.
“Penyampaian pendapat adalah hak warga negara, namun pelaksanaannya wajib mematuhi hukum, menjaga ketertiban, dan menghormati hak-hak masyarakat lainnya. Jangan sampai terpancing ajakan yang berpotensi memecah persatuan,” tegasnya.
Saring Sebelum Share dan Libatkan Tokoh Masyarakat
Polda Papua juga meminta masyarakat untuk menghentikan penyebaran narasi provokatif, foto, maupun video yang belum terverifikasi kebenarannya karena dapat memperkeruh suasana di lapangan.
Jika menemukan kabar burung atau informasi beredar yang meragukan, warga diimbau untuk segera melakukan verifikasi melalui kanal komunikasi resmi Polda Papua atau memastikannya ke media massa terpercaya.
Guna memastikan situasi tetap kondusif menjelang dan pada saat 3 Agustus 2026, Polda Papua turut merangkul berbagai elemen strategis daerah untuk memberikan edukasi ke masyarakat bawah.
“Kami mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda untuk bersama-sama mengedukasi lingkungannya agar tidak terpengaruh isu liar. Mari kita utamakan dialog, jaga persatuan, dan ciptakan Papua yang aman serta damai,” pungkas Cahyo. ( Redaksi)









