Jayapura realitapapua.com – Euforia pesta bola paling bergengsi sejagat, Piala Dunia 2026, menjalar kuat hingga ke timur Indonesia. Momentum ini dimanfaatkan secara positif oleh Barisan Merah Putih Provinsi Papua dengan menggelar aksi sosial dan pagelaran budaya berskala besar di Kota Jayapura pada Kamis (2/7/2026).
Mengusung misi merajut persatuan di tengah keberagaman, rangkaian acara ini diwarnai dengan aksi bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pawai kebangsaan yang sukses menyedot perhatian warga.
Ribuan pendukung dari berbagai tim sepak bola dunia tampak tumpah ruah memadati jalanan Kota Jayapura dengan penuh sukacita.
Suasana Kota Jayapura pada Kamis siang terasa berbeda dari hari biasanya. Parade budaya berpadu apik dengan aksi kemanusiaan. Dalam kegiatan ini, Barisan Merah Putih menyalurkan sejumlah bantuan sosial yang menyasar langsung kelompok rentan, mulai dari penyandang disabilitas hingga Mama-mama Papua.
Selain itu, layanan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma juga diserbu oleh warga yang ingin mengecek kondisi fisik mereka.
Ketua Barisan Merah Putih Kota Jayapura, Bobby Awi, menegaskan bahwa momentum demam Piala Dunia sengaja dipilih sebagai jembatan untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
“Momentum Piala Dunia ini sengaja dimanfaatkan untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa melalui euforia sepak bola, kita bisa mempererat tali silaturahmi,” ujar Bobby Awi saat memberikan keterangan di sela-sela acara.
Tidak hanya fokus pada aksi kemanusiaan, panitia juga menyuguhkan pentas seni budaya yang melibatkan ekspresi seni dari masyarakat adat setempat.
Kehadiran pentas budaya ini mempertegas identitas Kota Jayapura sebagai miniatur Indonesia yang kaya akan pluralisme namun tetap hidup berdampingan dengan rukun.
Menjaga Papua Tetap Aman dan Harmonis
Melalui gemuruh euforia sepak bola global ini, Barisan Merah Putih berharap pesan toleransi dan kedamaian yang digaungkan dari Tanah Papua dapat bergema kuat.
Semangat ini diharapkan mampu merawat naluri persaudaraan dan gotong royong antar-warga dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak penyelenggara pun menekankan bahwa kolaborasi sosial semacam ini diharapkan tidak hanya menjadi riak musiman sepanjang turnamen sepak bola berlangsung.
“Dengan adanya kolaborasi sosial ini, kami berharap kebersamaan warga tidak hanya berhenti pada momentum Piala Dunia semata. Namun, nilai-nilai persatuan ini dapat terus tumbuh dan mengakar demi menjaga Papua yang aman, damai, dan harmonis,” pungkas Bobby. ( Redaksi)









