Refleksi Semester I 2026: Polda Papua Klaim Situasi Kamtibmas Relatif Kondusif

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, realitapapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar penyampaian catatan refleksi Semester I Tahun 2026. Agenda ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada publik, sekaligus memetakan prediksi serta antisipasi perkembangan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) untuk Semester II Tahun 2026.

Kapolda Papua, Irjen Polisi Patrige Er Renwarin, menjelaskan bahwa secara umum situasi Kamtibmas di Papua selama paruh pertama tahun 2026 berjalan kondusif.

Meski sempat terjadi gejolak di beberapa daerah, situasi tersebut berhasil diatasi dengan baik oleh Polres setempat.

Pertama Aspek Operasional dan Pelayanan Masyarakat , Melalui fungsi Samapta, Polda Papua gencar melakukan tindakan preventif guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Langkah yang diambil meliputi:
Pengaturan Lalu Lintas (Strong Point): Penempatan personel di titik rawan macet dan area penyeberangan.

Patroli Malam (Blue Light Patrol): Patroli rutin dan dialogis guna meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan.

Semantara Peningkatan pelayanan rutin, salah satunya menyelenggarakan pendidikan Satpam di Kota Jayapura.

Selain itu, Korps Brimob Polda Papua aktif terlibat dalam misi kemanusiaan (SAR) dan bantuan sosial. Beberapa aksi menonjol di antaranya penanganan korban perang suku di Distrik Wouma (Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan) serta pencarian korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Fandoi (Kabupaten Biak Numfor).

Di bidang kesehatan, Bid Dokkes Polda Papua dan RS Bhayangkara Jayapura menggelar Bakti Kesehatan gratis untuk masyarakat di Pangkalan Ojek Tanah Hitam, Pasar Otonom, dan Kampung Yobhe, Kabupaten Jayapura.

Sementara itu Data Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) Selama Semester I Tahun 2026, fungsi lalu lintas mencatat data sebagai berikut Total Kasus Kecelakaan 912 kasus , Korban Meninggal Dunia 53 orang
Korban Luka Berat 508 orang ,Korban Luka Ringan843 orang Dengan Total Kerugian Materiil Rp2.468.200.975

untuk pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 14.887 kasus, dengan rincian tindakan tilang sebanyak 972 kasus dan teguran sebanyak 13.915 kasus. Total denda yang terkumpul mencapai Rp145.830.000.

Polda Papua dan jajaran terus bergerak menindak berbagai macam jenis kejahatan. Berikut rekam jejak penegakan hukum selama enam bulan terakhir: Kejahatan Konvensional: Ditangani sebanyak 1.572 kasus (194 kasus telah diselesaikan). Kasus-kasus menonjol di antaranya:
Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor): 911 kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat): 211 kasus Pengeroyokan: 209 kasus
Pencurian dengan Kekerasan (Curas): 168 kasus Penganiayaan Berat (Anirat): 39 kasus
Pembunuhan: 34 kasus

Baca Juga :  Gadis 11 Tahun Hanyut Terseret Ombak, Tim SAR Lakukan Pencarian

Kejahatan Transnasional: Ditangani 117 kasus, didominasi oleh kasus Narkoba (104 kasus) dan Siber (13 kasus).
Kejahatan Kekayaan Negara: Menangani 2 kasus illegal fishing, 2 kasus migas ilegal (illegal oil), dan 1 kasus tindak pidana korupsi.

Tindak Pidana Perairan: Dit Polairud Polda Papua menangani 9 kasus dan berhasil menyelesaikan 7 kasus.

Konflik Sosial & Labfor: Terjadi 11 kasus pertikaian kelompok/suku dan 73 aksi unjuk rasa. Guna memperkuat penyidikan, Bid Labfor Polda Papua memeriksa 42 kasus dengan mengamankan 1.859 barang bukti.

Gugus tugas Operasi Damai Cartenz 2026 menorehkan pencapaian signifikan dalam melakukan penegakan hukum di wilayah Papua Raya selama Semester I: Penegakan Hukum Personel: Menindak total 112 orang, dengan rincian 67 anggota KKB dan simpatisannya, 22 orang jaringan penyuplai bahan makanan, senjata, dan amunisi, 2 narapidana KKB yang kabur dari Lapas, serta 21 pelaku kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

Penyitaan Senjata & Amunisi: Menyita 2 pucuk senjata api, 6 buah laras senjata api, 1.018 butir amunisi, dan 10 pucuk senapan angin.

Sitaan Lainnya: Mengamankan 66 unit alat komunikasi elektronik, 42 dokumen fisik/elektronik, 3 bendera Bintang Kejora, serta 681 barang bukti logistik lainnya.

Penguasaan Wilayah: Berhasil menguasai dan mengambil alih 11 markas yang selama ini dijadikan kamp KKB di seluruh wilayah Papua Raya.

Secara keseluruhan, Polda Papua telah menjalankan 5 Operasi Kepolisian (pusat maupun kewilayahan) sepanjang Semester I 2026, yaitu Operasi Ketupat, Operasi Keselamatan, Operasi Damai Cartenz, Operasi Rasaka, dan Operasi Sikat.
5. Kasus Menonjol KKB dan Penyalahgunaan Senpi

Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Semester I 2026, terjadi 67 kasus aksi KKB yang mengakibatkan 25 orang meninggal dunia dan 17 orang luka-luka.

Terkait penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak (handak), aparat menyita 9 pucuk senpi (7 organik, 2 rakitan), 1.304 butir amunisi, 5 unit magasin, dan 11 buah bahan peledak.

Baca Juga :  Evakuasi Personel TNI AD, Bukti Sinergitas TNI–POLRI DI Lapangan

Kekuatan Personel: Saat ini Polda Papua diperkuat oleh 13.048 personel dari Daftar Susunan Personel (DSP) ideal sebanyak 23.084. Guna memenuhi kuota tersebut, pendaftaran Polri (SIPSS, Akpol, Bintara, Bakomsus, Barekpro, Tamtama) dibuka dengan animo pendaftar mencapai ribuan orang.

Peningkatan Kapasitas & Reward: Sebanyak 774 personel telah mengikuti pendidikan pengembangan spesialisasi (Dikbangspes). Pimpinan juga menganugerahkan penghargaan (reward) kepada 14 personel Polres Keerom dan 1 personel Satgas Damai Cartenz atas keberhasilan mengungkap jaringan penyelundup senjata KKB, serta penghargaan bidang kehumasan untuk Polres berprestasi.

Ketahanan Pangan Strategis: Mendukung program strategis nasional, Polda Papua berkomitmen dalam perluasan lahan jagung. Hasil Panen Raya Jagung Serentak periode Januari hingga Mei 2026 melonjak tajam mencapai 64,35 ton—meningkat sebesar 264,6 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Mencermati tren yang ada, Kapolda Papua memprediksi aksi KKB masih menjadi potensi konflik utama di beberapa wilayah Provinsi Papua pada Semester II nanti.

“Pengungkapan sejumlah jaringan pemasok senjata dan amunisi sepanjang 2026 menunjukkan bahwa rantai pasok logistik mereka masih aktif meskipun terus ditekan aparat. Upaya penyelundupan senjata kepada kelompok KKB diprediksi akan berlanjut dengan modus menggunakan jaringan sipil sebagai perantara,” ujar Irjen Polisi Patrige Renwarin.

Menutup penyampaian refleksi, Irjen Polisi Patrige Er Renwarin menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Polda Papua atas dukungan segenap komponen masyarakat telah berupaya melakukan yang terbaik. Namun, kami mengakui masih terdapat kekurangan yang harus diperbaiki. Selaku Kapolda dan mewakili keluarga besar Polda Papua, kami mengucapkan permohonan maaf atas kinerja, perilaku, perkataan, maupun pelayanan yang belum memenuhi harapan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja maksimal dan meminta agar semangat kerja terus ditingkatkan ke depan.

“Sebelum mengakhiri Refleksi Semester I Tahun 2026 ini, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara, 80 Tahun Mengabdi, ‘Polri Untuk Masyarakat’. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan kepada kita semua untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Kapolda. ( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru