Jayapura,realitapapua.com – Polresta Jayapura Kota mencatatkan tren positif dalam menjaga stabilitas keamanan di ibu kota Provinsi Papua. Melalui agenda Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar pada Rabu (31/12/2025), kepolisian melaporkan penurunan angka kriminalitas yang cukup signifikan di wilayah hukum Kota Jayapura.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban publik atas kinerja jajarannya selama satu tahun terakhir.
Penurunan Kasus dan Peningkatan Penyelesaian Perkara
Berdasarkan data resmi, jumlah tindak pidana di tahun 2025 tercatat sebanyak 3.096 kasus. Angka ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 3.360 kasus.
Selain menekan angka kejahatan, performa penyelesaian perkara (crime clearance) juga mengalami peningkatan. Berikut adalah rincian keberhasilan Polresta Jayapura Kota:
Penyelesaian Kasus: Meningkat menjadi 1.821 kasus (sebelumnya 1.783 kasus di 2024).
Persentase Keberhasilan: Naik menjadi 58,81% (sebelumnya 53,06%).
Risiko Kriminalitas: Menurun dari 830 orang menjadi 765 orang per 100.000 penduduk.
“Penurunan ini merupakan hasil dari kerja keras personel di lapangan serta meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing,” ujar Kombes Pol Fredrickus.
Miras dan Ekonomi Masih Menjadi Pemicu Utama
Meski tren umum menurun, beberapa jenis kejahatan konvensional seperti Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasan (Curas) masih mendominasi.
Kapolresta menggarisbawahi bahwa penyalahgunaan minuman keras (miras) dan tekanan ekonomi tetap menjadi faktor pendorong utama terjadinya aksi kriminal.
Sebagai langkah preventif, kepolisian berkomitmen terus menggencarkan patroli dialogis serta pendekatan persuasif melalui Bhabinkamtibmas.
Perang Melawan Narkoba: Pengungkapan Naik 45 Persen
Sektor pemberantasan narkotika menjadi catatan gemilang di tahun ini. Polresta mencatatkan lonjakan pengungkapan kasus sebesar 45%.
“Jumlah tersangka meningkat tajam dari 41 orang di tahun lalu menjadi 79 orang pada 2025. Barang bukti yang mendominasi adalah ganja dan minuman keras lokal (milo),” ungkap Kapolresta.
Mirisnya, mayoritas pelaku berada pada usia produktif (18–29 tahun) dengan latar belakang pendidikan setingkat SMA. Hal ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperketat pengawasan terhadap generasi muda.
Evaluasi Lalu Lintas dan Aksi Massa
Di sisi lain, angka Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) mengalami penurunan sebanyak 234 kasus. Kerugian material pun turun drastis dari Rp3,3 miliar menjadi Rp2,3 miliar. Namun, kepolisian tetap memberi perhatian khusus pada kenaikan jumlah korban luka ringan.
Terkait dinamika sosial-politik, tercatat ada 81 aksi penyampaian aspirasi sepanjang 2025. Kapolresta menyayangkan adanya dua aksi yang berujung anarkis pada 22 Mei dan 15 Oktober, yang sempat mencederai aparat serta merusak fasilitas umum.
Menatap Tahun 2026 yang Lebih Aman
Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen memberikan apresiasi kepada insan pers yang berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepolisian yang lebih humanis serta berkeadilan di tahun 2026 demi mewujudkan Kota Jayapura yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
( Redaksi)









