Jayapura, realitapapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Papua untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi dinamika cuaca yang kontras saat ini.
Papua kini tengah memasuki masa peralihan musim, di mana musim kemarau mulai terjadi secara bertahap sejak Mei hingga Juni. Kendati demikian, potensi hujan lebat dilaporkan masih mengintai sejumlah wilayah di bagian utara Papua dalam sepekan ke depan.
Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Arif, menjelaskan bahwa puncak musim kemarau diprediksi baru akan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang. Durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan akan jauh lebih panjang, terutama di wilayah Papua bagian selatan.
Menurut Arif, kondisi cuaca yang cukup kontras ini dipicu oleh dinamika atmosfer terkini, yakni aktifnya angin monsun yang bertiup kuat dari arah timur hingga tenggara.
“Fenomena tersebut memicu peningkatan kecepatan angin hingga mencapai 30 knot, terutama di wilayah Papua bagian selatan dan Papua Barat,” ujar Arif saat memberikan keterangan resmi.
Meski wilayah selatan bersiap menghadapi kondisi yang lebih kering, BMKG justru memproyeksikan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam satu minggu ke depan untuk wilayah utara dan sekitarnya.
Masyarakat yang berada di daerah-daerah berikut diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi (seperti banjir atau longsor): Kota Jayapura
Kabupaten Jayapura Kabupaten Keerom
Biak Supiori Kepulauan Yapen Waropen
BMKG berharap masyarakat terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi melalui kanal-kanal komunikasi BMKG Papua untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.( Redaksi)









