Jayapura,realitapapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin, dan dilaksanakan di Lapangan Venue Dayung.kota Jayapura ( 05/11/2025)
Apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan perlengkapan dalam menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem di wilayah Papua, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol Selamat Topan, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi bencana yang akan datang.
“Sesuai dengan amanat Bapak Kapolri tadi, bahaya bencana alam yang mengancam wilayah Indonesia, [maka] Polda Papua juga bersama seluruh Polda Indonesia melaksanakan apel gabungan kesiapsiagaan bencana,” ujar Kombes Pol Selamat Topan usai apel.
Setelah pelaksanaan apel, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan simulasi peragaan penyelamatan bencana kapal tenggelam di laut.
Simulasi ini bertujuan untuk melatih dan menguji kesiapan personel dalam penanganan cepat tanggap di lokasi bencana, khususnya di perairan.
Dalam kegiatan kesiapsiagaan kali ini, Polda Papua mengerahkan kekuatan besar.
Total Keterlibatan: Diperkirakan sekitar 600 personel gabungan dari TNI dan Polri terlibat dalam kegiatan apel dan latihan.
Personel Upacara: Sebanyak 468 personel mengikuti upacara gelar pasukan.
Personel Simulasi: Diperkirakan 150 personel terlibat aktif dalam simulasi lapangan Mengingat kondisi cuaca yang mulai berubah dan potensi cuaca ekstrem, Kombes Pol Selamat Topan menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya para nelayan:
“Imbauan kepada masyarakat, yang pertama mengamankan diri pribadi untuk mengantisipasi cuaca ini. Kemudian apabila melaksanakan kegiatan yang sifatnya outdoor di luar, apalagi para nelayan di laut, agar betul-betul menanyakan cuaca yang berlaku pada hari itu. Informasi cuaca bisa juga ditanyakan ke BMKG,” tegasnya.
Seluruh Wilayah Papua Masuk Zona Rawan
Mengenai pemetaan daerah rawan bencana, Kombes Pol Selamat Topan menyebutkan bahwa pada umumnya seluruh wilayah Papua memiliki kerawanan bencana.
“Pada umumnya seluruh wilayah Papua itu ada kerawanan, jadi kita tidak bisa memetakan titik-titik. Kita memantau terus situasi perkembangan alam ini,” jelasnya
Ia menambahkan bahwa setiap ada hujan yang disertai cuaca ekstrem, situasi akan selalu dipantau.
Polda Papua memastikan telah menyiapkan posko-posko yang akan diaktifkan untuk mengantisipasi bencana. Dari sisi sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana, ia menyebutkan bahwa armada yang dimiliki oleh masing-masing satuan dianggap sudah cukup memadai untuk mendukung operasi kesiapsiagaan dan penanganan bencana.( Redaksi)









