Jayapura,realitapapua.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku memperkuat sinergi dengan Dinas ESDM dan Ditreskrimsus Polda setempat melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan BBM. Langkah strategis ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi sekaligus menepis isu miring terkait kelangkaan energi di wilayah Timur Indonesia.
General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku, Awan Raharjo, memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi pembentukan tim Satgas ini. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi sangat krusial karena Pertamina tidak bisa bekerja sendirian dalam mengawasi distribusi di lapangan.
Awan menjelaskan bahwa meski Pertamina telah menerapkan sistem digitalisasi di seluruh SPBU untuk memantau penyaluran, potensi pelanggaran di lapangan tetap memerlukan pengawasan fisik dari aparat berwenang.
“Kami menyadari bahwa untuk menjamin ketepatan penyaluran BBM, Pertamina tidak bisa bergerak sendiri. Pelanggaran di lapangan hanya akan menciptakan inefisiensi, padahal di tengah kondisi geopolitik global saat ini, efisiensi sangatlah dibutuhkan,” ujar Awan Raharjo.
Ia menambahkan bahwa Satgas ini akan fokus pada tiga hal utama: Ketepatan Penyaluran: Memastikan BBM sampai ke tangan yang berhak. Ketepatan Peruntukan: Menghindari penyalahgunaan BBM bersubsidi. Zero Leakage: Menutup celah kebocoran distribusi yang merugikan negara.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan stok, Awan menegaskan bahwa kondisi ketahanan energi di Papua dan Maluku saat ini dalam status sangat baik. Berdasarkan data terkini, rata-rata stok di wilayah kerja mereka dijaga minimal untuk 10 hari ke depan.
“Angka 10 hari itu adalah batas minimal yang terus kami putar. Masyarakat tidak perlu khawatir karena kami mengoperasikan 21 kapal tanker di Region Papua-Maluku yang bergerak setiap hari untuk menyuplai dan menjaga ketahanan stok tersebut,” tegasnya.
Selain melakukan koordinasi di level manajemen, tim Satgas bersama Pertamina juga melakukan tinjauan langsung ke sejumlah SPBU. Selain mengecek ketersediaan fisik di tangki pendam, dilakukan juga edukasi kepada para operator SPBU.
“Kami memberikan edukasi kepada operator agar benar-benar menyalurkan BBM sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan. Kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu oleh oknum maupun hoaks yang beredar,” tutup Awan. ( Redaksi)









