Jayapura,realitapapua.com – Maraknya permainan meriam spirtus oleh anak-anak hingga remaja belakangan ini kian meresahkan masyarakat di Jayapura karena suara ledakannya yang keras. Menyikapi hal ini, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, menegaskan pentingnya peran dan tanggung jawab orang tua dalam mencegah permainan berbahaya tersebut.
Saat diwawancarai pada Senin (27/10) siang, Kapolresta Fredrickus Maclarimboen mengimbau masyarakat untuk menghentikan permainan meriam spirtus.
“Saya himbau agar anak-anak jangan bermain meriam spirtus, karena berbahaya dan mengganggu kenyamanan dan ketentraman orang lain,” tegasnya.
Kapolresta menekankan bahwa orang tua memiliki peran kunci untuk mengawasi anak-anaknya, mengingat mayoritas pemain meriam spirtus adalah anak-anak usia sekolah dasar (SD).
“Orang tua memiliki tanggung jawab dan peran penting dalam mencegah anak-anak mereka bermain meriam spirtus, karena rata-rata yang bermain meriam spirtus ini anak-anak usia SD,” ungkap KBP Fredrickus.
Sebagai langkah nyata, Kapolresta telah menginstruksikan para Kapolsek di jajarannya agar Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas proaktif memberikan imbauan dan mendatangi langsung warga yang anak-anaknya kedapatan memainkan meriam spirtus.
“Sudah kami atensikan ke Kapolsek jajaran agar para Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas hadir sambangi warga yang anak-anaknya memainkan meriam spirtus, sudah ada beberapa contoh efek atau bahaya dari barang itu sebagaimana kita ketahui bersama,” pungkas Kapolresta KBP Fredrickus.
Bahaya meriam spirtus meliputi risiko luka bakar serius hingga potensi ledakan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain
( Redaksi )









