Jayapura,realitapapua.com – Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai penyambutan Pangdam XVII/Cenderawasih yang baru, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M., saat menginjakkan kaki pertama kalinya di Bumi Cenderawasih.
Kedatangan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M., bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XVII/Cenderawasih, Ny. Ina Febriel Buyung Sikumbang, disambut langsung oleh jajaran Forkopimda Papua di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (1/4/2026).
Setibanya di bandara, Pangdam disambut dengan jabat tangan hangat dari para pejabat tinggi TNI-Polri serta unsur Pemerintah Daerah.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, S.I.P., menyatakan bahwa kehadiran Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang membawa optimisme besar bagi stabilitas keamanan di Papua.
“Kedatangan beliau menjadi awal pengabdian baru untuk memimpin Kodam XVII/Cenderawasih. Dengan pengalaman luas yang dimiliki, beliau diharapkan mampu menjaga kondusivitas wilayah serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Kolonel Tri Purwanto dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Kapendam menekankan pentingnya sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Papua yang damai dan sejahtera.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam prosesi penyambutan ini, menunjukkan soliditas antar-instansi di Papua. Di antaranya adalah:
Pemerintah & Adat: Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng, dan Ketua MRP, Ibu Nerlince Wamuar, S.E., M.Pd. TNI-Polri: Mayjen TNI Thevi A. Zebua (Pa Sahli TK III Panglima TNI), Marsma TNI Mokh. Mukhson (Danlanud Silas Papare), dan Brigjen Pol. Muhajir (Wakapolda Papua). Kasdam XVII/Cen Brigjen TNI Haryantana, Irdam XVII/Cen Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi, serta jajaran Danrem dan Pejabat Utama TNI-Polri lainnya.
Kehadiran Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang di Papua diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas dalam menjaga kedaulatan NKRI di wilayah timur Indonesia. ( Redaksi)









