Kelulusan SMA di Kobakma Ricuh, Diwarnai Pembentangan Bintang Kejora dan Aksi Lempar Batu

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura , realitapapuacom – Momen kelulusan siswa SMA di Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, pada Selasa (5/5/2026) yang seharusnya penuh sukacita justru berakhir ricuh. Perayaan tersebut diwarnai aksi pembentangan bendera Bintang Kejora yang memicu bentrokan antara massa dengan aparat keamanan.

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, terlihat sejumlah siswa dan sekelompok pemuda melakukan pelemparan batu ke arah petugas. Di tengah riuh kericuhan, terdengar beberapa kali suara tembakan peringatan dari pihak keamanan. Tak hanya itu, massa juga dilaporkan sempat mencoba melakukan penjarahan di sejumlah toko di wilayah Kobakma.

Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Muh. Mukabsi, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa rangkaian acara kelulusan awalnya berjalan kondusif di dalam lingkungan sekolah.

Namun, situasi memanas ketika para siswa mulai meninggalkan area sekolah untuk melakukan konvoi.

Baca Juga :  Operasi Sikat Cartenz 2026: Polda Papua Sita Puluhan Motor Hasil Curian, Total Kerugian Capai Rp450 Juta

“Awalnya kegiatan di dalam sekolah tidak ada masalah. Tapi begitu keluar dari lingkungan sekolah, mereka mulai konvoi sambil membentangkan bendera Bintang Kejora,” ujar Mukabsi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Melihat tindakan tersebut, aparat yang berjaga segera berupaya mengamankan bendera tersebut. Namun, tindakan petugas mendapat perlawanan. Massa mulai menghujani petugas dengan lemparan batu, yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk kaca kendaraan yang pecah.

Meski situasi sempat memanas, pihak kepolisian memilih untuk tidak melakukan penangkapan di lokasi kejadian guna menghindari eskalasi konflik yang lebih besar.

“Kami tidak mengamankan siapa pun saat itu dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lapangan,” tegas Kapolres.

Pihak sekolah mengaku kecolongan, karena aksi tersebut terjadi di luar jangkauan pengawasan mereka dan setelah para siswa diimbau untuk menjaga ketertiban.

Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menduga kuat bahwa aksi ini tidak murni dilakukan oleh siswa SMA.

Baca Juga :  Seorang Warga Sipil Tewas Dianiaya KKB Di Yahukimo

“Hasil pengamatan di lapangan, tidak semuanya adalah siswa. Ada indikasi pihak lain yang menyusup menggunakan seragam sekolah untuk memanfaatkan momentum kelulusan ini. Jika dilihat dari polanya, aksi ini terindikasi telah direncanakan sebelumnya,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi tersebut, termasuk menelusuri asal-usul bendera yang digunakan. Jumlah massa diperkirakan mencapai ratusan orang.

Untuk meredam suasana, aparat keamanan tengah berkoordinasi intensif dengan tokoh adat, tokoh agama, serta pemerintah daerah setempat. Atas permintaan tokoh masyarakat, patroli keamanan sementara waktu dibatasi guna mendinginkan suasana, sembari menunggu pertemuan resmi.

“Para tokoh masyarakat telah memberikan jaminan keamanan. Besok akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk membahas penyelesaian masalah ini,” pungkas Mukabsi. (Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru