Puncak Jaya ,realitapapua.com – Prajurit TNI tidak hanya berdiri di garis depan untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai pelita pendidikan di wilayah pelosok. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti Pos Tinggi Nambut melalui kegiatan tenaga pendidik (Gadik) bagi anak-anak di Kampung Tinggi Nambut, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung di Rumah Pintar Tinggi Nambut ini dipimpin langsung oleh Dantim 2, Sertu Aldirazak. Dengan penuh kesabaran, para personel TNI mengajarkan materi dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.
Tak hanya itu, mereka juga menanamkan nilai-nilai disiplin serta wawasan kebangsaan demi membentuk karakter generasi muda Papua yang cinta tanah air.
Suasana belajar berlangsung ceria. Gelak tawa dan antusiasme tinggi dari anak-anak Kampung Tinggi Nambut mewarnai setiap sesi kelas yang dibuka oleh para prajurit.
Danpos Tinggi Nambut, Kapten Inf Firsan Hadly, menegaskan bahwa kehadiran TNI di daerah penugasan harus membawa dampak konkret, salah satunya di sektor pendidikan. Menurutnya, tugas prajurit tidak terbatas pada menjaga stabilitas keamanan wilayah semata.
“Anak-anak adalah harapan bangsa. Melalui pendidikan ini, kami ingin menanamkan keyakinan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. Selama penugasan, kami berkomitmen untuk terus hadir, mendampingi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapten Inf Firsan.
Bagi Satgas Yonif 136/Tuah Sakti, mengajar di ujung negeri bukan sekadar mentransfer ilmu, melainkan upaya merawat harapan. Menjaga perbatasan adalah tentang membangun kualitas manusia, mempererat tali persaudaraan, dan memastikan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Papua. ( Redaksi)









