Sarmi,realitpapua.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Papua bersama Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sarmi menggelar kunjungan sekaligus penilaian Lomba Kampung Tangguh Bebas Narkoba. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Kasukwe, Distrik Sarmi Selatan, Kabupaten Sarmi, pada Jumat (19/6) siang.
Ketua Seksi Lomba Kampung Bebas Narkoba Polda Papua, Kompol Sobirin Sumantri, memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga Kampung Kasukwe. Menurutnya, pembentukan kampung ini murni lahir dari kesadaran mandiri masyarakat akan bahaya narkotika.
“Kami sangat mengapresiasi warga Kampung Kasukwe yang telah menginisiasi pembentukan Kampung Bebas Narkoba ini. Dari diskusi tadi, terlihat warga begitu antusias bertanya dan memberikan saran. Ujung dari semua ini adalah harapan agar kampung mereka benar-benar bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Kompol Sobirin.
Ia menambahkan, inisiatif positif dari masyarakat ini perlu didukung penuh oleh aparat penegak hukum. Pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan warga, mulai dari penyediaan instrumen edukasi hingga literasi mengenai jenis-jenis narkoba dan dampak buruknya, agar masyarakat memiliki benteng pencegahan yang kuat.
Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Kampung Kasukwe, Herman Mop, menyambut baik status kampungnya sebagai role model. Kampung Kasukwe sendiri menjadi kampung binaan pertama dari Satresnarkoba Polres Sarmi di wilayah tersebut.
“Kami sadar betul bahwa narkoba sangat mengancam masa depan remaja dan anak-anak kami. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran dari Polres Sarmi maupun Ditresnarkoba Polda Papua. Kegiatan ini membuka wawasan kami untuk terus mengingatkan generasi muda tentang bahaya narkoba,” ungkap Herman.
Herman juga berharap program ini tidak berhenti pada tahap penilaian saja, melainkan memiliki keberlanjutan. Ia mengusulkan adanya pengadaan sarana edukasi visual di kampung mereka.
“Sebagai kampung binaan pertama, kami berharap ke depan ada tindak lanjut seperti pemasangan poster atau baliho yang menampilkan informasi bahaya narkoba serta testimoni dampak buruknya agar masyarakat bisa melihat langsung. Kami juga berharap program baik ini bisa menular ke kampung-kampung lain yang ada di Kabupaten Sarmi,” pungkasnya.( Redaksi)









