Paniai,realitapapua.com – Pemerintah Kabupaten Paniai melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sukses menggelar Festival Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Paniai Tahun 2025. Acara yang berlangsung meriah selama dua hari, Senin dan Selasa (13-14/10/2025), ini menjadi upaya nyata untuk melestarikan budaya suku Mee sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di wilayah Meepago.
Festival yang melibatkan perwakilan masyarakat empat suku utama—Mee, Moni, Wolani, dan Ause—dari 24 distrik se-Kabupaten Paniai ini dipusatkan di lingkungan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Paniai, Madi, dan Dermaga Aikai di Danau Paniai.
Ketua Panitia, Analince Pekei, SE, bersama seluruh jajaran sukses menghadirkan beragam perlombaan dan atraksi budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi lokal. Di hari pertama (13/10), kemeriahan diwarnai dengan lomba busana tradisional, tarian adat antar distrik, lomba Bakar Batu (Barapen), dan lomba lukis wajah Bupati Paniai.

Memasuki hari kedua, Selasa (14/10), fokus kegiatan bergeser ke Danau Paniai, di sekitar Pelabuhan Aikai. Acara dilanjutkan dengan pertunjukan atraksi air, yaitu Lomba Perahu Tradisional & Konvoi Speedboat serta Pertunjukan Menjaring & Memancing Ikan Tradisional yang khas masyarakat danau.
Selain pertunjukan budaya, festival ini juga menjadi panggung bagi pengembangan ekonomi kreatif. Sejumlah stand UMKM memajang berbagai hasil bumi, produk kreativitas, dan kerajinan tangan lokal, memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mempromosikan produk mereka.
Festival ini dibuka secara resmi oleh Bupati Paniai, Yampit W. Nawipa, A.Md.Tek, yang hadir bersama Wakil Bupati, jajaran DPRD, dan kepala OPD,
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Paniai Jhon Misel Tebai, ST menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur masyarakat Mee.

Harapannya, melalui sektor ekonomi kreatif, akan muncul gagasan-gagasan baru dari generasi muda untuk mengembangkan potensi seni, pariwisata, dan ekonomi berbasis budaya.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh masyarakat dari berbagai distrik yang memadati lokasi acara.
Festival Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Paniai ini ditutup dengan semangat “Melestarikan Budaya, Membangun Ekonomi Kreatif, Menuju Paniai yang Bermartabat,” sebagai simbol kebangkitan kembali budaya lokal, penguatan solidaritas, dan pembukaan peluang ekonomi berbasis kearifan lokal di Papua Tengah.
( Redaksi)









