Jayapura, realitapapua.com – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXII Papua menemukan warisan sejarah Perang Dunia II di perairan Jayapura terancam rusak. Temuan arkeologi bawah air berupa bangkai kapal pendarat, pesawat tempur, hingga tank, kini rusak akibat bom ikan dan tumpukan sampah.
Menurut Saberia, seorang Pamong Budaya dari BPK Papua, kegiatan perekaman dan dokumentasi bawah air menemukan sembilan situs bersejarah yang menyimpan bukti penting Perang Pasifik.
“Dari identifikasi sementara, ditemukan sisa pesawat tempur diduga tipe Hayabusa milik Kekaisaran Jepang yang jatuh pada 1944. Selain itu, sejumlah kapal pendarat Sekutu juga kami temukan,” jelasnya di Jayapura, Senin (8/9/2025).
Kerusakan ini tidak hanya disebabkan faktor alam, tetapi juga aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab. “Penggunaan bom ikan telah merusak ekosistem laut sekaligus menghancurkan situs-situs cagar budaya bawah air yang bernilai sejarah tinggi,” ungkap Saberia.
Salah satu penyelam, Shinatria Adhityatama, menambahkan bahwa timnya telah berhasil mendokumentasikan situs-situs tersebut, yang didominasi oleh kapal pendarat pasukan Sekutu dan sisa sayap pesawat tempur.
BPK Papua mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk menghentikan praktik merusak ini. Upaya pelestarian warisan sejarah ini memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk nelayan, penyelam, dan generasi muda.
Dengan menjaga peninggalan bersejarah ini, potensi pendidikan dan wisata budaya maritim di Jayapura dapat terus dikembangkan.( Redaksi)









