Jayapura,realitapapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Provinsi Papua dalam tiga hari ke depan. Masyarakat diimbau waspada terhadap ancaman hujan lebat, kilat, hingga angin kencang.
Prakirawan BMKG, Hermanto, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Papua masih berada dalam periode Monsun Barat atau Monsun Asia. Angin ini membawa massa udara lembap yang signifikan, sehingga meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah Bumi Cendrawasih.
“Potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar Papua, yang seringkali disertai kilat dan angin kencang. Hal ini dipicu oleh pemanasan permukaan yang kuat, yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus atau awan badai,” ujar Hermanto dalam keterangan resminya.
Analisis Atmosfer: Suhu Laut Hangat dan Fenomena MJO
Berdasarkan pemantauan BMKG, ada beberapa faktor teknis yang memicu cuaca buruk kali ini: Anomali Suhu Muka Laut: Suhu perairan di utara Papua terpantau positif (hangat), sehingga mempercepat pembentukan awan hujan.Belokan Angin: Terdeteksi adanya belokan arah angin di wilayah utara yang memicu penumpukan massa udara.
Aktivitas Gelombang Atmosfer: Aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang tipe Low, serta labilitas atmosfer lokal yang kuat di Papua mendukung terbentuknya awan konvektif secara masif.
Berikut adalah rincian wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang:
27 Maret 2026 Kota & Kab. Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Biak Numfor, Supiori, Kep. Yapen, dan Waropen.
28 Maret 2026 Kota & Kab. Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, dan Biak Numfor.29 Maret 2026 Biak Numfor, Supiori, Waropen, dan Kepulauan Yapen (Hujan intensitas ringan hingga sedang).
Mengingat kondisi geografis Papua yang didominasi oleh lereng-lereng curam, BMKG mengingatkan masyarakat akan tingginya risiko tanah longsor. Curah hujan dengan durasi panjang dapat memicu pergerakan tanah yang membahayakan pemukiman.
“Masyarakat yang tinggal di area perbukitan atau lereng gunung disarankan untuk segera menjauhi daerah rawan jika hujan turun dengan deras dalam waktu lama,” tutup Hermanto.
Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi segala kemungkinan bencana hidrometeorologi.( Redaksi)









