RS Marthen Indey Bersama Dinkes Provinsi dan Kota Jayapura Gelar Pertemuan Bahas Kronologi Penanganan Pasien Bersalin

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,realitapapua.com – Pihak Rumah Sakit Marthen Indey bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan kota Jayapura menggelar pertemuan internal guna memberikan klarifikasi terkait kasus kematian seorang ibu hamil saat proses persalinan yang viral di media sosial. Pertemuan yang digelar pada Sabtu (27/12/2025) ini bertujuan untuk meluruskan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Kepala Rumah Sakit Marthen Indey, Kolonel Ckm dr. Rudy Dwi Laksono, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah cepat untuk membedah sisi teknis medis guna memastikan apakah penanganan sudah sesuai prosedur (SOP).

“Kami melibatkan Dinas Kesehatan untuk mengampu dari sisi teknis medis. Kami ingin memastikan secara transparan apakah ada kekurangan atau memang semua sudah sesuai prosedur. Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap transparansi kasus kematian ibu dan anak,” ujar dr. Rudy kepada awak media.

Dalam pertemuan tersebut Dokter spesialis yang menangani pasien, Dr. dr. David Randel Christanto, Sp.OG, Subsp. KFM, mengungkapkan bahwa penyebab kematian pasien diduga akibat cardiac arrest (henti jantung) mendadak yang dipicu oleh Emboli Air Ketuban. Kondisi ini merupakan komplikasi persalinan yang langka namun sangat fatal, di mana air ketuban masuk ke dalam aliran darah ibu.

Baca Juga :  Sinergi Pangan Nasional-Polri: 580 Ton Beras SPHP Mengalir ke Tanah Papua Jelang Nataru

“Kami telah memberikan edukasi kepada pihak suami mengenai kondisi ini. Kejadiannya sangat cepat, pasien tiba-tiba mengalami apneu (henti napas) dan seluruh wajah membiru saat proses pembukaan hampir lengkap,” jelas dr. David.

Berdasarkan data rumah sakit, berikut adalah rangkaian penanganan medis yang diberikan kepada pasien berinisial NY (37-38 minggu) pada tanggal 26-27 Desember 2025:

26 Desember, 09.40 WIT: Pasien tiba dengan rujukan untuk rencana induksi persalinan. Kondisi awal ibu dan janin dilaporkan baik.

11.00 – 13.00 WIT: Petugas medis sempat mengedukasi pasien dan suami mengenai opsi operasi sesar (SC), namun pihak keluarga memilih untuk tetap menjalani proses persalinan normal (induksi).

13.00 – 23.00 WIT: Proses induksi berjalan sesuai tahap. Detak jantung janin (DJJ) dan kondisi ibu dipantau secara berkala setiap jam dalam kondisi stabil.

Baca Juga :  SAR Timika Siagakan Personel Pengamanan Natal Dan Tahun Baru 2025

27 Desember, 02.30 WIT: Ketuban pecah secara spontan dan berwarna jernih. Pembukaan sudah mencapai 9 cm.

02.32 WIT: Secara mendadak, pasien mengalami apneu (henti napas), wajah membiru (sianosis), dan nadi melemah. Tim medis segera melakukan tindakan darurat (RJP, pemasangan oksigen, dan injeksi epinefrin).

03.17 WIT: Dr. David tiba di ruangan dan melakukan pemeriksaan mendalam. Meski upaya penyelamatan telah dilakukan maksimal, pasien dinyatakan meninggal dunia di hadapan suami.

Pihak RS Marthen Indey menyatakan sangat menghormati suasana duka yang dialami keluarga. Oleh karena itu, pertemuan resmi dengan keluarga inti direncanakan akan dilakukan pada Senin pagi. (29/12/2025)

“Saat ini keluarga masih dalam suasana berduka yang mendalam. Kami menghormati waktu mereka. Pada hari Senin, kami akan duduk bersama suami dan keluarga agar semuanya menjadi jelas dan terang,” tutup Karumkit dr. Rudy. ( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru