BMKG Jayapura Ingatkan Dampak El Nino, Deteksi 47 Titik Panas di Merauke

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, realitapapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena El Nino yang diprediksi akan melanda wilayah tersebut pada periode Juli hingga Oktober 2026.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Winona Puspa Betari, menjelaskan bahwa fenomena El Nino tahun ini membawa sejumlah dampak signifikan yang perlu diantisipasi sejak dini.

“Dampak yang mungkin terjadi akibat El Nino ini antara lain menurunnya intensitas curah hujan secara drastis, meningkatnya suhu udara pada siang hari, serta melonjaknya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ungkap Winona.

Baca Juga :  Eratkan Silaturahmi, Satgas TNI Yonif 301/PKS Gelar Adat Bakar Batu Bersama Warga Banti Tembagapura

Berdasarkan hasil pemantauan satelit terbaru per tanggal 6 Juli 2026, BMKG telah mendeteksi kemunculan sejumlah titik panas (hotspot) di beberapa wilayah. Kabupaten Merauke menjadi wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak.

Berikut adalah rincian sebaran titik panas yang terpantau Kabupaten Merauke 47 titik
Kabupaten Manokwari 9 titik Semantara Kabupaten Kepulauan Yapen 8 titik

Mengingat tingginya potensi karhutla di tengah cuaca ekstrem ini, BMKG Wilayah V Jayapura menghimbau Masyarakat diminta waspada secara ekstra terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat hotspot tinggi seperti Merauke.

Baca Juga :  Gerak Cepat, Satgas Damai Cartenz 2026 Amankan Senjata Api Rakitan di Dekai Yahukimo

Dilarang keras melakukan pembakaran lahan secara sengaja, baik untuk tujuan membuka kebun baru, membersihkan sisa tani, maupun aktivitas lain yang dapat memicu kobaran api.

Masyarakat diharapkan proaktif untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat adanya titik api, kepulan asap mencurigakan, atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Pihak BMKG berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah dapat menekan risiko bencana kabut asap dan kerusakan lingkungan selama periode El Nino ini berlangsung.

( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru