Jayapura, realitapapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena El Nino yang diprediksi akan melanda wilayah tersebut pada periode Juli hingga Oktober 2026.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Winona Puspa Betari, menjelaskan bahwa fenomena El Nino tahun ini membawa sejumlah dampak signifikan yang perlu diantisipasi sejak dini.
“Dampak yang mungkin terjadi akibat El Nino ini antara lain menurunnya intensitas curah hujan secara drastis, meningkatnya suhu udara pada siang hari, serta melonjaknya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ungkap Winona.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit terbaru per tanggal 6 Juli 2026, BMKG telah mendeteksi kemunculan sejumlah titik panas (hotspot) di beberapa wilayah. Kabupaten Merauke menjadi wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak.
Berikut adalah rincian sebaran titik panas yang terpantau Kabupaten Merauke 47 titik
Kabupaten Manokwari 9 titik Semantara Kabupaten Kepulauan Yapen 8 titik
Mengingat tingginya potensi karhutla di tengah cuaca ekstrem ini, BMKG Wilayah V Jayapura menghimbau Masyarakat diminta waspada secara ekstra terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat hotspot tinggi seperti Merauke.
Dilarang keras melakukan pembakaran lahan secara sengaja, baik untuk tujuan membuka kebun baru, membersihkan sisa tani, maupun aktivitas lain yang dapat memicu kobaran api.
Masyarakat diharapkan proaktif untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat adanya titik api, kepulan asap mencurigakan, atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Pihak BMKG berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah dapat menekan risiko bencana kabut asap dan kerusakan lingkungan selama periode El Nino ini berlangsung.
( Redaksi)









