BMKG Jayapura: El Niño Fase Moderat Diprediksi Terjadi Mulai Juli, Waspada Kekeringan dan Embun Beku

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, realitapapuacom – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura merilis prakiraan terbaru mengenai fenomena El Niño yang akan melanda wilayah Papua pada tahun ini. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada, mengingat fenomena ini diprediksi akan memasuki fase menengah atau moderat pada pertengahan tahun.

Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Sterly Mustamu, menjelaskan bahwa perkembangan El Niño terbagi dalam tiga kategori: lemah, menengah (moderat), dan kuat. Berdasarkan data terkini, kondisi cuaca di Papua saat ini masih dalam kondisi normal.

“Untuk bulan April ini, kita masih berada pada fase netral, sehingga belum ada dampak El Niño yang signifikan di wilayah Papua,” ujar Sterly dalam keterangannya.Selasa ( 21 / 04/ 2026)

Baca Juga :  Korban Kerusuhan Yalimo Dirawat Intensif di RS Bhayangkara

Menurut analisis BMKG, transisi menuju kemarau akan terjadi secara bertahap:
Maret – Juli: Mulai memasuki fase lemah.
Juni – Agustus: Intensitas meningkat dari fase lemah menuju moderat. Juli – September: Memasuki fase moderat (menengah). Periode ini menjadi perhatian utama karena durasinya yang diprediksi cukup panjang.

Meskipun diprediksi tidak langsung mencapai level ekstrem atau kuat, fase moderat tetap membawa risiko serius bagi lingkungan dan masyarakat.

Penurunan drastis curah hujan di berbagai wilayah mengancam sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. Kondisi lahan yang kian mengering juga memperbesar risiko munculnya titik api, terutama di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga :  RS Marthen Indey Bersama Dinkes Provinsi dan Kota Jayapura Gelar Pertemuan Bahas Kronologi Penanganan Pasien Bersalin

“Fase moderat ini berada di tingkat menengah—tidak sekuat fase ekstrem, namun tetap perlu diwaspadai karena durasinya yang lebih panjang. Puncak kemarau ini memicu penurunan curah hujan secara signifikan di sejumlah wilayah, yang jika terus berlanjut, akan berujung pada kekeringan parah,” ungkapnya.

Khusus untuk wilayah Papua Pegunungan, kekeringan ekstrem dapat memicu penurunan suhu udara secara drastis pada malam hari, yang berpotensi memunculkan fenomena embun beku.

“Puncak musim kemarau ini akan mengakibatkan curah hujan sangat berkurang. Kami mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan waspada terhadap potensi kebakaran lahan,” tutup Sterly. (Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru