Jayapura, realitapapuacom – Upaya memutus rantai peredaran narkotika di Bumi Cenderawasih terus digencarkan. Kali ini, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Papua , menggelar sosialisasi di Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG). Selasa (12 /05/ 2026)
Fokus utama kegiatan ini adalah mencegah penyelundupan ganja dan narkotika lainnya yang kerap memanfaatkan jalur darat di wilayah perbatasan. Distrik Muara Tami, khususnya area Skouw-Wutung, diidentifikasi sebagai titik rawan pintu masuk barang haram dari negara tetangga.
Paur Anev Bin Ops Ditresnarkoba Polda Papua, Ipda Aco Uyo, menjelaskan bahwa pemilihan Kampung Skouw Mabo sebagai lokasi sosialisasi didasari oleh letak geografisnya yang sangat dekat dengan garis batas negara.
“Kampung Skouw merupakan daerah jalur darat bagi para pelaku pengedar ganja. Melalui sosialisasi ini, kami memberikan pemahaman kepada warga agar mampu mendeteksi dan mencegah masuknya narkotika ke lingkungan mereka,” ujar Ipda Aco Uyo.
Menurutnya, peredaran narkoba saat ini semakin pesat dengan modus yang beragam. Oleh karena itu, kehadiran polisi di tengah masyarakat bertujuan untuk mengajak warga bersama-sama memantau dan memerangi peredaran gelap narkotika.
Selain memberikan imbauan, tim Ditresnarkoba juga memaparkan dampak negatif penggunaan narkoba yang merusak mental, psikologi, dan perilaku penggunanya. Warga juga diingatkan mengenai ancaman hukuman pidana berat bagi siapa saja yang terlibat.
“Narkoba adalah musuh besar negara karena merusak masa depan bangsa. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kampung ini, terutama melindungi anak-anak sebagai generasi penerus dari bahaya narkotika,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Silvia Palora, salah satu warga Kampung Skouw Mabo, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polda Papua. Ia menilai edukasi seperti ini sangat dibutuhkan mengingat posisi kampung mereka yang rentan.
“Kami berterima kasih kepada Ditresnarkoba Polda Papua. Dengan sosialisasi ini, warga menjadi lebih paham akan bahaya narkoba, khususnya ganja, yang sering masuk melalui wilayah perbatasan,” kata Silvia.
Ia juga berharap pihak kepolisian tidak ragu untuk terus melakukan kegiatan serupa atau tindakan preventif lainnya di masa mendatang. “Masyarakat sangat mendukung langkah Polri. Kami ingin kampung kami bersih dari narkoba,” pungkasnya. ( Redaksi)









