Puncak Jaya, realitapapua.com – Berawal dari sebuah keinginan sederhana seorang anak pedalaman Papua, kepedulian masyarakat luas akhirnya mengalir ke Kampung Lungguneri, Distrik Pangaleme. Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti melalui Pos KP 55 resmi menyalurkan donasi publik kepada Adik Liston dan anak-anak di wilayah Puncak Jaya pada Jumat (31/7/2026).
Kegiatan pembinaan teritorial yang hangat ini dipimpin langsung oleh Dantim 2 Pos KP 55, Sertu Wisnu Hadi, bersama jajaran personel TNI setempat.
Berawal dari Sepatu Usang dan Medsos
Kisah haru ini bermula saat Adik Liston, yang kerap bermain di Pos KP 55, berbincang polos dengan Kopda Rocky. Dengan lugu, Liston menceritakan keinginannya untuk memiliki sepatu baru lantaran sepatu yang digunakannya sehari-hari sudah tak layak pakai.
Tergerak oleh kepolosan Liston, Kopda Rocky membagikan cerita tersebut melalui media sosial. Tak disangka, unggahan itu menyentuh hati banyak netizen.
Dalam waktu singkat, berbagai bantuan dari para donatur mengalir, mulai dari sepatu, pakaian anak dan dewasa, tas sekolah, topi, bola voli, hingga paket sembako berupa beras, mi instan, dan susu.
Tak hanya untuk Liston seorang, Satgas Yonif 136/TS mendistribusikan bantuan tersebut kepada anak-anak lain di Kampung Lungguneri agar kebahagiaan dapat dirasakan bersama.
“Kami hanya menjadi perantara untuk menyampaikan amanah dari kakak-kakak baik yang telah tulus membantu Adik Liston dan teman-temannya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk meraih cita-cita,” ujar Dantim 2 Pos KP 55, Sertu Wisnu Hadi.
Senyum Bahagia Keluarga dan Warga
Keluarga Adik Liston tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ibunda Liston, Wonda (35), menyampaikan apresiasi mendalam kepada para personel TNI dan seluruh masyarakat yang telah mengulurkan tangan.
“Terima kasih banyak untuk bapak-bapak Satgas Yonif 136 dan semua donatur yang sudah peduli pada anak kami dan warga di sini. Bantuan ini sangat berarti,” ungkap Wonda penuh haru.
Kisah sederhana dari garis batas Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian yang dirawat bersama mampu menggerakkan banyak hati, sekaligus menegaskan kehadiran TNI sebagai pengayom dan sahabat dekat masyarakat Papua.( Redaksi)









