Jayapura,realitapapua com – Aparat keamanan dari Polresta Jayapura Kota bertindak cepat dengan membuka pemalangan yang sempat melumpuhkan aktivitas di SMU Negeri 4 Jayapura, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (30/6) siang.
Aksi pembukaan palang ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polresta Jayapura Kota, AKP I Nengah S. Gapar, S.Sos. Turut mendampingi di lokasi, Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Piter Rumkorem, dan Kapolsek Jayapura Selatan AKP Zakaruddin, S.H., M.H.
Proses pembukaan palang tersebut juga disaksikan langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Jayapura Yopi Hanuebi, Kepala Sekolah SMU N 4 Jayapura Widya Kusmayanti, Ketua Komite Sekolah Jefri H. Robaha, serta perwakilan dari Ombudsman RI Perwakilan Papua.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, melalui Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali menegaskan bahwa tindakan tegas ini diambil demi menyelamatkan hak-hak para siswa. Kepolisian berkomitmen agar dunia pendidikan tidak dikorbankan oleh kepentingan tertentu.
“Pihak Kepolisian tentunya mendukung penuh hak-hak para siswa-siswi dalam menempuh ilmu di sekolah. Bila terjadi masalah dengan pihak-pihak tertentu, silakan dikomunikasikan. Kami siap memediasi pastinya,” ungkap AKP Alamsyah di lokasi kejadian.
Ia juga menambahkan bahwa pelayanan pendidikan tidak boleh berhenti dengan alasan apa pun. Meski kelompok yang melakukan pemalangan tidak hadir saat pembukaan, proses tersebut tetap sah karena disaksikan oleh pemerintah kota dan pemangku kepentingan yang berwenang.
Langkah tegas ini, lanjut Kasat Reskrim, merupakan implementasi dari amanat peraturan perundang-undangan. Hal ini juga sejalan dengan komitmen bersama antara Kapolresta Jayapura Kota dan Pemerintah Kota Jayapura untuk memastikan fasilitas publik, terutama sekolah, bebas dari gangguan.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian memastikan akan terus memantau situasi di SMU Negeri 4 Jayapura.
“Kami menjamin akan terus melakukan pengamanan sambil memantau perkembangan situasi. Personel akan disiagakan di sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya. ( Redaksi)









