Jayapura,realitapapua.com — Polda Papua membeberkan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus ledakan yang terjadi di Biak. Tiga dari delapan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, kini dipastikan meninggal dunia setelah tim mengidentifikasi temuan potongan tubuh di tempat kejadian perkara (TKP).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa kondisi ketiga korban yang hilang tersebut ditemukan dalam keadaan yang memprihatinkan akibat dahsyatnya ledakan.
“Terkait dengan Biak, upaya yang sudah dilakukan adalah berupa pengungkapan terkait kejadian ledakannya sendiri. Untuk total korban dari delapan itu, tiga yang dinyatakan belum ditemukan. Namun, setelah kita lakukan olah TKP, itu ternyata sudah terburai, berupa potongan-potongan tubuh,” ujar Kombes Pol Parasian. Kamis ( 11 /06/2026)
Untuk memastikan identitas para korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua bergerak cepat dengan mengumpulkan data antemortem dari pihak keluarga.
Saat ini, barang bukti berupa potongan tubuh tersebut telah diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan uji pencocokan DNA lebih lanjut.
“Data antemortem sudah diambil dan sudah dibawa oleh tim DVI Polda Papua. Saat ini, tim DVI sudah mengambil barang bukti tersebut dan mengomunikasikannya dengan DVI Jakarta. Tinggal menunggu hasil daripada DVI Jakarta,” tambahnya.
Selain mengidentifikasi korban, Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Papua juga telah diterjunkan ke lokasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Berdasarkan pemeriksaan instrumen cepat yang dilakukan di TKP, petunjuk awal menunjukkan bahwa sumber ledakan tersebut mengandung bahan kimia berbahaya jenis TNT (Trinitrotoluene).
“Dari hasil temuan di TKP bahwasanya dilakukan pemeriksaan secara instrumen cepat oleh Labfor kemarin, bahan peledak itu mengandung TNT. Namun, untuk hasilnya (secara detail), nanti kami menunggu dari pernyataan resmi daripada pihak Bid Labfor Polda Papua,” pungkas Kombes Pol Parasian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengetahui asal-usul bahan peledak tersebut dan kronologi lengkap di balik peristiwa kelam ini. ( Redaksi)









