Jayapura,realitapapua.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Provinsi Papua, khususnya Jayapura, berada dalam kondisi aman. Saat ini, fokus utama Pertamina adalah menjaga kelancaran distribusi di seluruh lembaga penyalur resmi.
Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per Jumat pagi, ketahanan stok untuk seluruh produk BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, berada di kisaran 10 hingga 12 hari.
“Fokus Pertamina saat ini adalah memastikan ketersediaan BBM itu sendiri di lembaga-lembaga penyalur resmi kami. Untuk stok per hari ini, rata-rata untuk seluruh produk baik yang subsidi maupun non-subsidi berada di rentang waktu sekitar 10 sampai 12 hari,” ujar Bramantyo dalam konferensi pers bersama Ditreskrimsus
Polda Papua dan Kabid Humas Polda Papua.
Menurut Bramantyo, ketahanan stok selama 10 hingga 12 hari tersebut merupakan batas aman yang selalu dijaga oleh pihak Pertamina.
Guna menjaga kestabilan ini, kapal suplai secara berkala bersandar di Terminal BBM (Fuel Terminal) Jayapura setiap tiga hingga empat hari sekali.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan energi di wilayah Jayapura dan Provinsi Papua secara umum ditopang oleh tiga terminal BBM utama yang saling terintegrasi.
“Untuk wilayah Jayapura dan Provinsi Papua ini sebetulnya ditopang oleh tiga terminal BBM, yaitu di Jayapura, Serui, dan Biak. Rata-rata stoknya aman,” tambahnya.
Menyikapi dinamika kebutuhan masyarakat, Pertamina terus melakukan perencanaan matang dalam proses distribusi dari terminal ke setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah ini diambil agar proses penyaluran di lapangan dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai dengan kebutuhan di lembaga penyalur resmi, guna menghindari adanya praktik penimbunan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. ( Redaksi)









