Keerom, realitapapua.com – Kepolisian Resor (Polres) Keerom menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “500 Lilin Doa untuk Korban” pada Senin malam (1/9/2025). Aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap para korban unjuk rasa penolakan kenaikan gaji anggota DPR RI yang terjadi di berbagai wilayah.
Acara yang berlangsung di Lapangan Setia Mapolres Keerom ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Bupati Kab. Keerom H. Daud, Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, Danramil 1701-04 Arso Mayor Inf. Basir Ando, serta perwakilan dari DPRD, tokoh agama, KNPI, dan komunitas ojek online.
Dalam suasana yang hening dan khidmat, para peserta menyalakan lilin sebagai simbol doa dan penghormatan. Doa bersama ini ditujukan untuk para korban, termasuk almarhum Affan Kurniawan dari kalangan masyarakat sipil dan personel kepolisian yang gugur saat bertugas.
Kapolres Keerom, AKBP Astoto Budi Rahmantyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen Polres Keerom terhadap nilai-nilai kemanusiaan. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa ini,” ujarnya. Ia berharap doa yang dipanjatkan dapat menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
Di akhir sambutannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Keerom. Ia menekankan bahwa Polres Keerom akan terus hadir untuk memberikan perlindungan dan menjaga ketertiban demi terciptanya keamanan bersama.
Aksi “500 Lilin Doa” ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Keerom tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta memberikan dukungan moral kepada masyarakat.
( Redaksi)









