Jayapura,realitapapua.com – Sebanyak 543 orang tercatat mengalami dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.
Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan, dari total 543 kasus tersebut, sebanyak 423 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Hal itu disampaikan Yunus Wonda saat jumpa pers bersama Forkopimda Kabupaten Jayapura di Distrik Depapre, Sabtu (8/8/2026).
“Total secara kumulatif ada 543 orang. Yang sudah pulang 423 orang, masih dirawat 120 orang,” kata Yunus.
Menurutnya, dari 120 pasien yang masih menjalani perawatan, tiga di antaranya merupakan ibu hamil. Hingga saat ini, kata Yunus, tidak ada korban meninggal dunia.
“Yang masih dirawat 120 orang, termasuk tiga ibu hamil. Tidak ada korban meninggal,” ujarnya.
Yunus mengatakan, kelompok anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling banyak mendapatkan penanganan. Berdasarkan data pemerintah, kasus terbanyak berada pada kelompok usia 10-14 tahun dengan 203 kasus.
Kemudian kelompok usia 5-9 tahun tercatat sebanyak 132 kasus.
Sementara berdasarkan wilayah, Kampung Kendate menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 125 kasus.
Yunus memastikan Pemkab Jayapura bersama TNI-Polri dan tenaga medis gabungan terus melakukan pemantauan terhadap warga terdampak, termasuk mereka yang telah kembali ke rumah.
“Kita akan turun ke kampung-kampung untuk memastikan kondisi masyarakat. Kalau masih ada yang membutuhkan pelayanan kesehatan, kita akan lakukan pelayanan sedekat mungkin dengan masyarakat,” katanya.
Dia menambahkan, kondisi penanganan saat ini menunjukkan perkembangan positif. Jumlah pasien yang masih menjalani perawatan terus berkurang.
“Tenda yang ada di RS Yowari juga sudah kita lepas karena kondisi pasien sudah semakin berkurang,” ujarnya.
Yunus juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi terkait kasus dugaan gangguan kesehatan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas. Semua perkembangan akan kami sampaikan berdasarkan data resmi,” katanya.
Pemkab Jayapura memastikan penanganan dan pemantauan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan hingga kondisi masyarakat dinyatakan aman dan terkendali.( Redaksi)









