Jayapura, realitaPapua.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Papua Barat Daya se-Kota Jayapura menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (12/6) pagi. Aksi ini menuntut pencabutan izin tambang di Raja Ampat dan penghentian investasi di seluruh Tanah Papua, serta dilaporkan berlangsung dengan aman dan kondusif.
Peserta aksi mulai berkumpul di sejumlah titik sejak pukul 08.00 WIT, yaitu di Expo Waena, Perumnas Tiga, dan Lingkaran Abepura, untuk kemudian menyampaikan orasi. Unjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel kepolisian, termasuk dari Polsek Abepura, Polresta Jayapura Kota, dan Brimob Polda Papua.
Dalam orasinya, para mahasiswa secara tegas menyuarakan tuntutan mereka agar izin tambang di Raja Ampat dicabut dan seluruh investasi di Tanah Papua dihentikan.
Ratusan mahasiswa ini semula berencana menyampaikan aspirasi mereka ke Kantor DPRP dan MRP, namun tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan.
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus Maclarimboen, menyatakan bahwa 650 personel dikerahkan untuk memastikan kelancaran aksi dan menegaskan situasi di Kota Jayapura aman dan kondusif.
Setelah menyampaikan orasi, puluhan mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Situasi di wilayah Kota Jayapura terpantau kondusif, dan masyarakat terlihat beraktivitas seperti biasa.
( Redaksi)









