Kapolres Jayapura: Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Depapre Tunggu Hasil Lab

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sentani,realitapapua.com – Penyebab dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga kini belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan mengatakan penyelidikan masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, BPOM, TNI dan Polri.

“Penelitiannya masih berjalan. Masih ada tim gabungan dari Dinkes, BPOM, TNI dan Polri yang sementara melakukan penyelidikan,” kata Dionisius saat konferensi pers bersama Forkopimda Kabupaten Jayapura di Depapre, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Dionisius, tim gabungan melibatkan tenaga ahli yang akan menentukan secara spesifik apakah kondisi kesehatan yang dialami penerima manfaat berkaitan dengan makanan MBG atau disebabkan faktor lainnya.

Baca Juga :  Wakapolda Papua Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

Dia meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan terlebih dahulu mengenai penyebab kejadian tersebut.

“Saya bukan ahlinya. Saya sebagai Kapolres bukan ahli dalam menentukan itu. Saya hanya bilang bahwa itu dugaan,” tegasnya.

Dionisius mengatakan kepastian mengenai penyebab kejadian harus berdasarkan hasil pemeriksaan dari pihak yang memiliki kompetensi, termasuk hasil laboratorium.

“Untuk menentukan bahwa ini begini atau bukan, ada ahlinya. Jadi penyelidikan masih sementara berlangsung oleh tim gabungan untuk menentukan secara spesifik terkait makanan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Personel Yahukimo Polda Papua bersama TNI lakukan Razia dan Patroli Jelang Putusan MK

Dia menegaskan Polres Jayapura tetap mendukung pelaksanaan program MBG yang merupakan program pemerintah pusat.

Di sisi lain, Dionisius menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi penerima manfaat MBG, atas kejadian tersebut.

“Kita juga mohon maaf kepada masyarakat, terutama anak-anak. Kalau memang nanti hasilnya terkait MBG, bakteri atau apa, tetap akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan,” katanya.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Hasil laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab dugaan gangguan kesehatan yang dialami warga di Depapre. ( Redaksi)

Berita Terkait

543 Orang Diduga Terdampak MBG di Depapre, Bupati Jayapura: 423 Sudah Pulang
Sempat Mengungsi, 55 Pekerja Tambang Boven Digoel Diberangkatkan ke Jayapura Via Merauke
Penembakan di Pintu Masuk Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Warga Jadi Korban
TNI Hadir Sebagi Sahabat Warga, Intip Momen Hangat Satgas Yonif 136/TS Anjangsana di Puncak Jaya
Program CSR Unggulan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Borong 5 Penghargaan ISRA 2026
Polda Papua Menerjunkan Tim Labfor Usut Insiden Gangguan Kesehatan Massal di Depapre
Hangatnya Kebersamaan Satgas Yonif 136 dan Warga Kampung Alukme Lewat Anjangsana
Kombes Pol Rommy Sebastian Resmi Jabat Kabid Dokkes Polda Papua
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:25 WIB

543 Orang Diduga Terdampak MBG di Depapre, Bupati Jayapura: 423 Sudah Pulang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:21 WIB

Kapolres Jayapura: Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Depapre Tunggu Hasil Lab

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Sempat Mengungsi, 55 Pekerja Tambang Boven Digoel Diberangkatkan ke Jayapura Via Merauke

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Penembakan di Pintu Masuk Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Warga Jadi Korban

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:12 WIB

TNI Hadir Sebagi Sahabat Warga, Intip Momen Hangat Satgas Yonif 136/TS Anjangsana di Puncak Jaya

Berita Terbaru