Sentani,realitapapua.com – Penyebab dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga kini belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan mengatakan penyelidikan masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, BPOM, TNI dan Polri.
“Penelitiannya masih berjalan. Masih ada tim gabungan dari Dinkes, BPOM, TNI dan Polri yang sementara melakukan penyelidikan,” kata Dionisius saat konferensi pers bersama Forkopimda Kabupaten Jayapura di Depapre, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Dionisius, tim gabungan melibatkan tenaga ahli yang akan menentukan secara spesifik apakah kondisi kesehatan yang dialami penerima manfaat berkaitan dengan makanan MBG atau disebabkan faktor lainnya.
Dia meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan terlebih dahulu mengenai penyebab kejadian tersebut.
“Saya bukan ahlinya. Saya sebagai Kapolres bukan ahli dalam menentukan itu. Saya hanya bilang bahwa itu dugaan,” tegasnya.
Dionisius mengatakan kepastian mengenai penyebab kejadian harus berdasarkan hasil pemeriksaan dari pihak yang memiliki kompetensi, termasuk hasil laboratorium.
“Untuk menentukan bahwa ini begini atau bukan, ada ahlinya. Jadi penyelidikan masih sementara berlangsung oleh tim gabungan untuk menentukan secara spesifik terkait makanan tersebut,” ujarnya.
Dia menegaskan Polres Jayapura tetap mendukung pelaksanaan program MBG yang merupakan program pemerintah pusat.
Di sisi lain, Dionisius menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi penerima manfaat MBG, atas kejadian tersebut.
“Kita juga mohon maaf kepada masyarakat, terutama anak-anak. Kalau memang nanti hasilnya terkait MBG, bakteri atau apa, tetap akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan,” katanya.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Hasil laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab dugaan gangguan kesehatan yang dialami warga di Depapre. ( Redaksi)









