Tragedi di Yahukimo: OPM Lakukan Kekejaman, Guru dan Tenaga Kesehatan Dibunuh, Sekolah Dibakar

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yahukimo, realitapapua.com – Aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM di Kampung Anggruk, Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, telah mengguncang hati masyarakat. Pada Jumat (21/03/2025), gerombolan ini melakukan tindakan keji dengan membunuh dan membakar hidup-hidup enam orang guru, membakar empat gedung sekolah, serta satu rumah guru. Tragedi ini menjadi bukti nyata kekejaman yang tidak berperikemanusiaan.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan,, mengungkapkan bahwa aksi ini tidak hanya menghilangkan nyawa, tetapi juga menghancurkan fasilitas pendidikan yang menjadi harapan bagi generasi muda di Yahukimo. “OPM benar-benar penjahat kemanusiaan. Mereka membunuh guru, membakar gedung sekolah, dan merampok uang masyarakat. Mana keadilan HAM untuk para korban ini?”tegasnya.

Baca Juga :  Duka di Yahukimo: Tiga Warga Sipil Menjadi Korban Aksi Kekerasan, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Masyarakat

Hingga kini, aparat keamanan masih berupaya mengevakuasi para korban yang terbunuh. Nama-nama korban yang telah teridentifikasi sementara adalah Sdri. T (guru), Sdri. F (guru), Sdr. F (guru), dan Sdri. I (tenaga kesehatan). Dua korban lainnya masih dalam proses pendataan. “Kondisi korban yang selamat belum diketahui, dan para guru serta tenaga kesehatan meminta untuk diungsikan karena merasa cemas,”tambah Kolonel Candra.

Sebagai langkah darurat, sebanyak 58 orang, termasuk guru, tenaga kesehatan, empat anak-anak, dan satu warga sipil, telah diungsikan dari Distrik Heriyapini, Kosarek, Ubalihi, Nisikni, Walma, dan Kabiyanggama menggunakan Pesawat Adventist Aviation melalui Bandara Wamena. “Kami terus berupaya memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terancam,” ungkap Kolonel Candra.

Baca Juga :  PSU di Papua, Forum LKN Ajak Masyarakat Tidak Golput dan Sukseskan Penyelengaraannya

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya bersama untuk menghentikan kekerasan di Papua. Aparat keamanan berkomitmen untuk menangani situasi ini dengan tegas, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak.”Kami berharap semua pihak dapat bersatu untuk menciptakan perdamaian dan keadilan bagi masyarakat Papua,” pungkas Kolonel Candra.( Redaksi)

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk
Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos
Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax
Pemancing Hilang di Tanjung Bicari Kaimana, Tim SAR Gabungan Gelar Pencarian
MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura
BBMKG V Jayapura Catat Lebih dari 2.500 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Semester I 2026
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:28 WIB

Diduga Hilang Kendali di Jalan Ringroad Abepura, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:52 WIB

Terapkan Pendekatan Humanis, Satgas Yonif 136/TS Dekati Warga Puncak Jaya lewat Kegiatan Komsos

Senin, 27 Juli 2026 - 20:20 WIB

Konsolidasi Menuju Panggung Nasional, Partai Gema Bangsa Papua Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Sat Samapta Polresta Intensifkan Patroli Wilayah, Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapendam XVII/Cen Tegaskan Video Rekaman CCTV yang menyudutkan TNI di Intan Jaya adalah Hoax

Berita Terbaru